Nasihat 1. Menyadari keburukan, kehinaan dan rendahnya perbuatan maksiat
Nasihat 2. Merasa malu pada Allah
Nasihat 3. Senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mu dan mengingat - ingat perbuatan baik-Nya kepadamu
Nasihat 4. Takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya
Nasihat 5. Mencintai Allah
Nasihat 6. Menjaga kemulian dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikan
Nasihat 7. Memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditinggalkan
Nasihat 8. Menghapus buaian angan - angan semu
Nasihat 9. Menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian
Nasihat 10. Kokohnya pohon keimanan yang tertanam kuat di hati
Senin, 16 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Kisah dari Kelas Inspirasi Purwokerto 3
Tanggal 30 agustus jam 14.30, dengan kereta api Kamandaka saya menuju Purwokerto dalam rangka menjadi relawan kelas inspirasi di sana
Jam 16.04 saya tiba di stasiun Purwokerto. Di sana saya bertemu relawan lain yang sudah berkumpul di masjid dekat stasiun.
Berkat bantuan panitia kami dijemput agar bersama sama menuju pendopo kecamatan Banyumas tempat sekretariat kami. Nah, di dalam mobil ini, saya baru tahu kalau SD tempat mengajar kami di Desa Pasinggangan tak jauh dari kasus pembunuhan 4 orang yang pelakunya masih keluarga dan baru terkuak setelah 5 tahun...hiii
Malam harinya kami menyiapkan apa saja buat ngajar besok
Jam 7 pagi kami tiba di SD Pasinggangan 5 setelah melalu jalan naik turun selama 30 menit.
Ketika sampai di sana, anak anak menyambut kami dengan bersalaman. Setelah sambutan kepala sekolah, ice breaking, nyanyi indonesia raya dll kami pun roling mengajar, mengenalkan profesi dari satu kelas ke kelas yang lain dan sambutan antusias. Semua fun. Alhamdulillah..
Meski di balik bukit, prestasi SD Pasinggangan 5 moncer terbukti pialanya bejibun. Perpusnya ada majalah bobo, buku buku anak macam KKPK dan picbook karya teman teman penulis anak juga melimpah
Kisah sedihnya gak kebagian tiket kereta, naik bus macetnya minta ampun. Badan seperti remuk redam
Rabu, 21 Agustus 2019
Tiga Jam Bersama Bumi Manusia
Di hari kemerdekaan saya memutuskan untuk menonton Bumi Manusia. Sebelum ke Tegal, saya gogling jam yang aman, jam yg terutama tidak mengganggu salat. Cek di GMC, Transmart, dan CGV pasifik. Nah yg aman adalah di pasific jam 12.30. why? Karena bocorannya 3 jam.. film terpanjang, bersaing dengan filmnya Arifin C Nor, film G 30 S. 😀
Karena hari kemerdekaan, ketika film belum dimulai, penonton yg full seat diminta berdiri menyanyikan Indonesia Raya.. Alhamdulillah
Film dibuka dengan suara berat, khas Om Iwan fals..kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati, air matanya berlinang, mas intan yg terkenang
Usai suara Om Iwan, giliran Iqbal alias Minke bernarasi. Gila, Iqbal yang menurutku jawa banget..
Menit menit pertama, datar apalagi pas Minke bangun kesiangan hingga tiba di rumah Annelis.
Beruntung, selanjutnya menurut saya adegan adegan selanjutnya greget. Dari mulai Minke dipecut ayahnya ( doni damara ), minke minta maaf sama ibunya ( ayu laksmi ) dll. Yg paling menguras emosi tentu saja drama di pengadilannya ( satu tentang pembunuhan ayah anne, satunya hak perwalian anne )
Jujur, baru baca karya Eyang Pram yg Cerita dari Blora waktu SMA dan Calon Arang. You know? Di rumah, saya ngoleksi hmpir 700 buku tapi gak ada yg punya eyang pram..terlalu ya?
Hal ini menguntungkan saya sehingga bisa nonton dengan nyaman. Setting, kolosalnya megah banget. Bravo mas hanung🙏
Akting Si Dewi Selebriti ( ketahuan umurnya ) Ine Febrianti menurut saya juara banget. Iqbal yg berada dibayang bayang Dilan, juga lumayan berhasil paling suka waktu Minke minta maaf sama ibunya ketika pertama kali pulang ke rumah.
Ohya menurut saya lagi, Iqbal brilian dia bisa bahasa Belanda, Basa Jawa, Bahasa Inggris dalam satu film
Pesan pesan di film yg mungkin tak sempurna bagi sebagian orang, buanyak banget. Yg paling mengesankan, Berbahagialah orang yg hidup dari keringatnya sendiri, satu satunya senjata adalah pena, saya harus mengisinya dengan tinta darah dll
Film ini 3 jam puncak konfliknya berkali kali.Terakhir, semua penonton pulang hingga kridit title yg diiringi om iwan, once dan novelis fiersa besari. Satu lagi, meski yg nonton banyak abg abg nya tapi mereka gak brisik neriakin iqbaaaalll. Penonton tegal keren pokoke😀😁
Jumat, 16 Agustus 2019
Penyesalan Awan
Ibu masih duduk di tepi ranjang
besi tua tempat Wak Tayo terbaring ketika aku hendak berpamitan untuk pergi nonton film dengan
Lina, cewek tercantik, terpopuler di SMA Tiga
“ Bu Awan pergi dulu ya ! “
pamitku dengan perasaan tak enak
“ Kamu nggak kasihan sama
Uwakmu? Kalau ada apa – apa dengannya bagaimana? “ ujar Ibu pelan,
matanya sembab
“ Ibu lebai deh. Kan ada Ibu, ada Mas Memet. Ibu juga bisa kan telpon
atau sms jika terjadi sesuatu dengan Uwak “ sentakku
“ Ya sudah kalau begitu. Hati –
hati ! pulangnya jangan terlalu larut ya ! “ kata Ibu akhirnya, mengalah
***
Sudah beberapa minggu ini, Wak Tayo sakit dan tidak
bisa ke mana - mana selain berbaring di ranjang besi using di ruang tengah. Kami sudah membujuknya pergi periksa ke dokter tapi Wak Tayo menolak. Dalihnnya, karena tidak ingin merepotkan kami bertiga
Uwak Tayo adalah kakak ibuku.
Kata ibu, Wak Tayo tidak bisa melihat sejak dia masih kecil. Masih kata ibu, Wak Tayo kecil waktu itu mandi di sungai, tanpa disadari
mata kecil nan suci nya kemasukan air kencing
blentung sehingga sampai sekarang
tidak bisa melihat dunia. Meski tidak bisa melihat, Wak Tayo tidak mau
menggantungkan diri pada nenek, juga pada ibuku. Dia bisa memanjat pohon kelapa,
mengasah pisau – pisau dan gaman para
tetangga, membuat sapu lidi. Sapu lidi
bikinan Wak Tayo, terkenal tahan lama dan tidak mudah rusak. Singkatnya, Wak Tayo punya mata
lain yang membuat dia tak pernah kesulitan pergi ke mana – mana
Kami terutama aku kecil, berhutang banyak pada Wak Tayo. Ketika lelaki
yang aku panggil bapak pergi meninggalkan kami demi perempuan lain, Wak Tayo
jadi pahlawan kami. Wak Tayo sering memberi aku dan Mas Memet uang jika ibu sedang tidak punya uang
sepeserpun
***
Malam itu aku dan Lina menonton
fillm remaja yang ceritanya begitu romantis. Sepanjang film
berlangsung, tangan kami bertautan seolah tak terpisahkan. Aku begitu bahagia
karena berhasil mendapatkan hati Lina. Sepanjang film juga, HP sengaja aku
matikan demikian juga HP Lina
Dua jam kemudian, setelah film
usai, aku mengantar Lina pulang ke rumahnya tanpa kembali mengaktifkan HP terlebih dahulu.
Motor matik kesayanganku melaju membelah malam menuju rumah Lina kekasihku
Entah kenapa di sepanjang jalan,
penyesalan, perasaan
tidak enak tiba – tiba datang menyusup
Memoriku terlempar saat aku
masih kecil. Aku kecil, sering diajak
Wak Tayo pergi ke ladang mencari kupu – kupu dan kumbang, aku kecil juga selalu
menunggu Wak Tayo pulang membawa telur bebek pemberian Bu Haji yang biasa
menyuruh Wak Tayo bersih – bersih taman atau mengasah pisau – pisau Bu Haji
yang kebetulan punya kios daging di Pasar Trayeman. Aku juga ingat ketika
kecil, Uwak Tayo selalu melindungi jika ada teman – teman ku yang nakal
meledekku tidak punya bapak
Karena rasa sesal dan perasaan tak enak itu, begitu Lina sampai di
rumahnya, aku menambah laju kecepatan motor matik kesayanganku
Ketika perasaan tak enak itu tak
kunjung hilang, sepanjang jalan aku berzikir menyebut nama Allah, berharap perasaanku tenang kembali. Aku
bukan laki – laki cengeng. Tapi entah mengapa malam itu air mataku menetes satu
satu
Begitu sampai di rumah, aku
terkejut demi mendapati rumah sederhana
kami sudah ramai. Banyak tetangga berkumpul. Samar – samar aku mendengar
lantunan ayat suci. Dengan buru – buru, aku memarkir motor dan segera
menghambur ke dalam rumah. Kepalaku mendadak berat, tubuhku mendadak seringan
kapas di hadapan tubuh kaku Wak Tayo yang sudah ditutupi kain jarik milik ibu, mataku
berkunang – kunang sebelum akhirnya tubuhku ambruk tak sadarkan diri
Tentang
penulis : Sutono Adiwerna adalah penulis cerma dan cernak tinggal di Tegal. Cerpen cerpennya
pernah dimuat di Minggu Pagi, Cempaka, Radar, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka
dan lain – lain. Selain penulis, Sutono juga guru eskul kepenulisan dan pegiat
literasi
Rabu, 07 Agustus 2019
Sugeng tindak Mbah Moen
Pertama melihat berita beliu wafat, jujur perasaan saya biasa saja. Mungkin karena saya nggak pernah tahu rasanya menjadi santri di ponpes, bisa jadi juga karena belum pernah bergabung dengan ormas NU baik IPNU maupun GP Anshor. Bisa jadi juga karena saya pribadi belum pernah melihat, mendengar tausiah beliau baik langsung maupun dari media massa baik cetak maupun elektronik. Meski begitu, saya beberapa kali share nasihat beliau dalam bentuk gambar di medsos.
Ulama Kharismatik meninggal, dan kamu nggak merasa kehilangan? menyedihkan, keterlaluan. Batin saya bicara.
Entah bagaimana muasalnya, saya membuka Intagram. Pertama yang nampak di IG saya, postingan Gus Yasin Wagub Jateng sekaligus putera beliau. Hati saya mulai basah. Saya tarik ke bawah, saya melihat postingan Gus Miftah, Pak Hanif dll. Mata saya mulai basah. Saya tergugu ketika melihat postingan Gus Mus. Dari sana, saya meliahat Mbah Moen bilang begini "Dungo kulo sakniki namung diparingi khusnul khotimah"
Saya bengong gak tahu harus bilang apa, lama. ketika melihat postingan Ustad Yusuf Mansyur ketika beliau ( Mbah Moen ) menyentuh Hajar Aswad, sebelum akhirnya beliau wafat di Makah
Sugeng Tindak Mbah Moen, kami kehilangan dan kami harus belajar mengikhlaskan engkau pergi selamanya.
NB..gambar dari internet
Kamis, 25 Juli 2019
Maafkan Saya Lik ( In Memoriam )
Jam 1 siang ketika hendak ke masjid. Ceklek tiba tiba sepada saya tidak bisa dikayuh, as nya kena. Saya pun memanggul sepeda, mencari bengkel terdekat, setelah duhuran di masjid trasa. Ketika, sampai di bengkel, adikku telpon, Lik Rijah telah tiada😢😢
Setelah sedikit drama, sepeda bisa dipakai, saya pun pulang.
Jam 4 sore saya ke rumah duka. Alhamdulillah, fine fine saja ikut mengangkat jenazah menuju pemandian, ikut salat, hingga mengangkat menuju pemakaman. Saya pun fine fine saja
Mataku mulai mengembun ketika jenazah sudah dimakamkan dan pecah ketetika salat magrib. Ingat kebaikan kebaikan adik bapak saya ini ketika saya kecil.
Maafkan saya Lik, jika selama ini gak pernah ngasih apa apa kecuali sedikit uang kalau lebaran atau kalau sedang ingat😢😢
Maafkan saya Lik, hanya doa yang bisa panjatkan serta ikut mengantarkan ke peristirahatan terakhir.. afatiha..
NB, gambar sumber dari internet
Sabtu, 20 Juli 2019
Selamat Jalan Mas Wendo
Apakabar teman - teman pembaca blog saya? semoga tetap dalam lindungan Allah Swt ya. Aamiin.
Langsung saja ya, kemarin negeri ini kehilangan tokoh terbaiknya. Yap. Telah berpulang ke rumah Allah, penulis, sastrawan, budayawan, tokoh televisi Arswendo Atmowiloto. Beliau meninggal dalam usia 70 tahun setelah berjuang melawan kanker.
Teman teman yang baik, ijinkan saya menulis sekelumit kenangan tentang beliau ya..
Saya kecil hapal banget nama beliau. ACI, Imung, Keluarga Cemara, Menghitung Hari. Juga tabloid tabloid yang beliau kelola. Ketika berusaha menapaki jalan yang sama dengan beliau, saya ketemu, tahu, mendengar orang orang besar yg terinspirasi oleh beliau. Sedikit yg saya tahu, Hilman, Golagong, Leila S Khudori, dan muasih buanyak lagi. 3 nama diatas, juga menginspirasi penulis demi penulis yang sekarang besar. Hilman - Lupus, Gong - Balada Si Roy, Leila dengan Dunia Tanpa Koma nya.
Selamat Jalan Arswendo Atmowiloto, Selamat pulang di tempat yang abadi.
Segini dulu ya, kapan kapan sambung lagi.. see you
Rabu, 10 Juli 2019
114 Kisah dari Al-Qur'an
Judul buku : 114 Al –
Qur’an Stories
Penulis :
Vanda Arie
Penerbit :
Kanak, Buana Aksara, Jakarta
Cetakan :
Februari 2019
Tebal : 200
hlm
ISBN : 978 –
602 – 53478 – 1 – 8
Suatu hari
Luqman Al – Hakim bersama anaknya melakukan perjalanan dengan menaiki seekor
keledai
Saat mereka
melewati sebuah pasar, orang – orang yang melihat Luqman dan anaknya berbisik –
bisik, orang tua tak punya tenggang rasa. Ia enak – enak naik keledai anaknya
dibiarkan berjalan kaki. Mendengar itu, Luqman menyuruh anaknya untuk naik ke
atas keledai, kemudian Luqman menuntunnya
Baru beberapa
langkah, orang – orang di pasar kembali berkata, betapa kasihan orang tua itu.
Ia berjalan kaki sedangkan anaknya enak – enakan duduk di atas keledai. Dasar
anak tak tahu sopan santun. Mendengar itu, Luqman menghentikan keledai. Ia lalu
naik di belakang anaknya. Bersama sama duduk di atas punggung keledai
Rupanya, orang
orang yang yang melihat tetap mencemooh, sungguh dua orang yang tak tahu belas
kasihan. Mereka tega menyiksa keledai itu dengan menungganginya berduaan
114 Al – Qur’an
Stories, berisi kisah kisah, pengetahuan tentang Surah Al – Qur’an . Selain
kisah Luqman Al Hakim , ada banyak sekali kisah menarik, seru dan patut untuk
diteladani. Diantaranya, Kisah Isra Mi raj, Kisah Nabi Hud A.S, Kisah Abdullah bin Mas’ud , Kisah
Kesederhanaan Rasulullah, Keutamaan Surat Al-Mulk dan banyak lagi.
Kelebihan buku
ini, bisa digunakan orang tua dan anak. Selain itu, bahasanya mudah dimengerti,
kaver dan ilustrasi setiap cerita yang menarik
Catatan saya,
jika ananda tercinta ingin membaca sendiri buku ini, ada baiknya didampingi
ayah bundanya karena beberapa kisah hanya dialami orang – orang dewasa. Paling
ideal sih, jika buku ini dijadikan bahan
ayah dan bunda, para pendidik untuk becerita sehingga bisa memilih tema
yang pas dan sesuai. Selamat membaca
Peresensi : Sutono, penulis lepas dan
pembaca buku tinggal di Tegal
Minggu, 07 Juli 2019
Buku Tuntuntunan Salat Lengkap untuk Anak Telah Terbit
Apakabar teman - teman? senang sekali akhirnya bisa bersua lagi. Maaf jika terlalu lama tak menulis di sini. He he he
Teman teman, Alhamdulillah tanggal 1 juli 2019 kemarin, telah terbit buku terbaru saya. Sebenarnya bukan buku saya full ding, tapi duet dengan Mba Isti dan Ilustrator keca Mas Rahman Nur. Btw, berikut blurbnya, simak ya
Tuntunan Lengkap Salat untuk Anak berisi tuntunan lengkap salat lima waktu untuk anak mulai dari tata cara wudu, urutan salat, sampai hal hal yang membatalkan salat
Dilengkapi ilustrasi adegan wudu, salat, cerita hikmah, dan kalender praktik selama 30 hari, sehingga anak lebih asik dalam belajar. Selain itu, lampiran permainan ular tangga di dalam buku ini bisa anak mainkan bersama teman temannya. Praktikan salat dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunnya. Minta arahan ayah dan bunda jika kamu menemui kesulitan.
Selamat praktik
Tebal buku : 40 hal full warna, ilustrasi kece
Harga : 50rb
Segini dulu ya teman - teman, buku bisa pesan ke saya langsung atau hunting di toko buku terdekat. Terimakasih banyak ya
Selasa, 25 Juni 2019
Arum, Alif dan Asmaul Husna
Judul Buku : Cinta Dalam 99 Nama-Mu
Pengarang
: Asma Nadia
Penerbit
: Republika Penerbit, Jakarta
Cetakan
: April 2018
Tebal
: 306 halaman
ISBN
: 978-6025-7340-52
Arum
gadis penyakitan. Ibunya seorang dokter terkenal, ayahnya pegawai lapas. Rutan.
Meskipun berpenyakitan, Arum gadis yang berpendirian dan peduli pada anak-anak
yang tak beruntung. Di apartemennya, Arum mengasuh anak-anak jalanan dengan
latar belakang bermacam-macam. Dari yang balita hingga remaja. Dari yang
berpenyakitan hingga anak yang punya kebiasaan yang menghawatirkan. Kepedulian
Arum tentu ditentang mati matian sang ibunda. Beruntung Arum punya ayah
memahami Arum, juga diasuh oleh Bi Nah yang sedari kecil mengenalkan Arum pada
Asmaul Husna. Nama-nama yang indah dan baik milik Allah
Alif,
sejatinya pemuda yang baik. Tapi kematian ibundanya membuat Alif jadi pemuda
pemberontak, peminum dan sedikit liar. Meski begitu, Alif selalu memegang
nasihat mendiang ibunya agar memuliakan perempuan. Kalau Arum mengenal Asmaul
Husna dari Bi Nah, Alif tahu nama-nama yang indah tersebut dari ibu dan sopir
kepercayaan keluarganya. Alif makin terpuruk ketika ayahnya juga meninggal
dunia
Arum-Alif,
keduanya dipertemukan di tempat ayah Arum bekerja, yakni penjara. Alif dipenjara
karena kelicikan keluarga dari pihak ibunya dan Arum seperti biasa sedang
mengadakan acara di sana. Ketika keduanya mulai saling memendam rasa cinta,
Arum celaka karena orang orang yang menyimpan dendam kepada Alif. Bagaimana kisah selanjutnya?
Asma
Nadia, telah menulis 55 novel yang sebagian besar bestseller. 10 diantaranya
telah diangkat ke layar lebar. Jam terbang membuat novel Cinta dalam 99 Nama-Mu
istimewa dalam menceritakan karakter para tokoh, alur dan konflik yang kuat
Kelebihan
lain, novel ini banyak bertabur kata kata yang menggugah dan inspiratif.
Kalau
setting rutan dan lokasi anak jalanan digali lagi, novel yang ditulis peraih
tokoh perbukuan ini akan jauh lebih menggigit. Selamat membaca
Peresensi : Sutono Adiwerna, Penulis Lepas,
Ketua Forum Lingkar Pena Cabang Tegal
Senin, 17 Juni 2019
Katakan Tidak Pada Korupsi
Judul buku : Cermin Cahaya
Penulis
: Qoniah, Pipiek Isfani, Dian Nafi dkk
Penerbit
: Balai Bahasa Jawa Tengah
Cetakan
1 : Oktober 2018
Tebal
: 390 Halaman
ISBN
: 978 – 602 – 52390 – 0 – 7
Ketika
pulang dari sekolah, Fariz mendapati sebuah bingkisan di meja makan. Karena
penasaran, Fariz mengintip isi bingkisan itu. Air liur Fariz hampir menetes
karena isi bingkisan itu, kue yang lezat dari toko kue terkenal pula
Sayangnya,
ketika Fariz hendak melahap kue tersebut, Fariz mendapati nama ibunya “
Istiqomah “ di kotak kue itu. Fariz ingat pesan ibunya untuk tidak boleh makan
sembarangan dan harus meminta izin kepada ibu
Dengan
sabar Fariz menunggu ibunya yang bekerja sebagai Hakim pulang ke rumah. Sayangnya,
ketika ibu pulang, Fariz tidak dibolehkan menyantap kue yang lezat itu. Kenapa
ya?
“
Kue Ibu “ adalah salah satu dari 50 cerita anak yang diterbitkan oleh Balai
Bahasa Jawa Tengah ini. Pesan tersiratnya adalah mengenalkan, mengajarkan anak
untuk tidak melakukan korupsi, penyuapan dan lainnya.
Selain
cerita bertajuk Kue Ibu ( Dian Nafi ) , ada puluhan cerita yang tak kalah seru,
menarik, dan sarat pesan moral. Sebut saja di cerpen Harta Karun dari Kebun (
Lia Herliana ), Pelajaran Berharga dari Desa
( Muhammad Fauzi ), Sahabat dari Surga ( Handry T. M ) dan lainnya .
Kelebihan
buku ini, selain tema yang beragam, sepertinya para penulisnya adalah para
penulis cerita anak yang cukup berpengalaman sehingga sebagian besar cerita –
cerita di buku ini mengalir dan enak dibaca
Catatan
saya, antologi cerita anak ini akan semakin menarik kalau di sertai ilustrasi,
fontnya agak diperbesar sehingga nyaman dibaca oleh pembaca anak
Terlepas
tidak adanya ilustrasi, buku setebal 390 halaman ini sangat layak untuk
dijadikan refrensi para pendidik, orang tua dan anak – anak yang sudah mahir
membaca. Selamat membaca .
Peresensi,
Sutono Adiwerna. Penulis Lepas, Pembaca
Buku tinggal di Kab Tegal
Langganan:
Postingan (Atom)
Serunya beli buku-buku seken
1. Buku yang kita dapatkan original dengan harga terjangkau. 2. Pernah mendapatkan buku yang edisi PO, ada tanda tangan penulisnya. 3. Pern...
-
Tahukan majalah Bobo? majalah anak legendaris yang kini sudah berusia 50 tahun. Dari awal terbit hingga sekarang masih menerima cerita baik ...
-
Apakabar pembaca tercinta? semoga selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin Kali ini ijinkan saya mengucapkan turut berduka cita atas wa...










