Tampilkan postingan dengan label FLP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FLP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2020

Welcome Roy

 Saat masih sekolah dasar, saya baca potongan cerbung Balada Si Roy dari kertas bungkus nasi. Kemudian sempat pinjam majalah Hai dari tetangga yang waktu itu udah remaja dan kebetulan punya majalah Hai.

Tahun berselang, saya sering mendapati nama penulis Balada Si Roy, Mas Golagong menulis skenario sinetron atau novelnya di layarkacakan. Salah satunya, Pada Mu ku bersimpuh yang dibintangi kalau nggak salah oleh Iis Dahlia, Ineke Koesherawati dll.

Lulus SMA, mulai kenal majalah Annida dan kerap baca cerpen Mas Golagong di sana. Kemudian saya bergabung dengan FLP cabang Tegal.

Pas Munas FLP tahun 2009, saya sebangku dengan relawan Rumah Dunia yang juga aktivis FLP Serang ( Abdl Karim kalau nggak salah ). Nah dari dia, saya mendapat nomor kontak Mas Gong. Isenglah saya sms Mas Gong. Pas sidang komisi, saya mendapat balasan sms dari Roy''. Isinya, maaf saya tidak bisa dapat hadir di Munas FLP karena sedang pengapuran tulang. Membaca sms ini, rasanya senang, bahagia tapi campur sedih.

Tahun 2012, saya bela-belain ke Pekalongan begitu tahu Roy ngisi pelatihan travel writer di sana. Sst, karena kantong mepet, saya ngambil tiket acara yang ndak dapat buku travel writer sehingga lebih murah. Lumayan lho, bisa buat ongkos nak bus.

Tahun berselang lagi, seneng banget ketika mendengar BSR mau difilmkan. Kala itu, munculah nama nama hits seperti Fathir, Ramon, Nicholas Saputra, Reza Rahardian yang digadang-gadang menjadi Roy. Sayangnya, itu ndak terjadi.

Baru 2019 lah, Fajar Nugros yang serius banget memfilmkan BSR. Tahun 2020, Desember, terpililah Abidzar Al Gifari sebagai Roy dan Febby Rastanty sebagai Ani aka Dewi Venus.

Welcome Roy, Abidzar, Febby dan pemain lainnya.




Rabu, 02 Desember 2020

Dari Silnas FLP 2020

 Pas mendaftar ikut Silnas FLP 2020, saya juga sedang proses registrasi ikut uji sertifikasi penulis nonfiksi yang diselenggarakan Puskurbuk. Sayangnya, pas jadwal ujian dibuka, tanggalnya 27 november sampai dengan desember 2020. Sedang Silnas tanggalnya 28 sampai dengan 29 November, sama-sama via webinar, zoom.

Titik terang, ketika uji sertifikasi mengharuskan para peserta harus menggunakan zoom dari dua perangkat sekaligus yakni HP dan Leptop. Dan di rumah ndak ada leptop. Ada leptop tapi punya adik, dan rusak. Terpaksa, dengan berat hati, saya undur diri dari agenda puskurbuk.

Masalah selesai? No. Beberapa hari menjelang Silnas, saya dikirimi rundown acara yang ternyata full banget selama dua hari. Hari pertama, dari jam 8 pagi hingga 9 malam. Kebayang betapa riwehnya seharian di depan HP. Saya juga mikir, kira-kira agenda bisa ikut semua nggak? kira-kira HPnya bersahabat nggak? kira-kira kouta dan baterai bersahabat nggak?. Tambah lagi, saya harus berada di komisi A, yang bahas AD/ART yang kalau offline saat sidang komisi bisa sampai subuh hari.

Sabtu pagi, saya stay di depan HP sambil ngejaga warung. Energi muncul ketika Kang Irfan, Mas Zein, Daeng Gegge dan lain-lain menyapa "Eh ada penulis produktif dari Tegal nih ( alhamdulillah didoakan ), Eh Mas Suto sekarang subur, Mas Suto, piye kabari dan lain sebagainya."

Ternyata berkah energi ini, satu persatu agenda hari pertama terselesaikan. Bukan tanpa masalah, tapi semua disiasati. Saya buka vidio pas acara belum dimulai, setelah itu mute mik, mute kamera kalau ngasih pendapat, tanya di kolom chat. Yah walaupun itu sebenarnya melanggar tata tertib silnas. Hihii. Pas sharing time Uni Imun dan Kang Irfan, saya kepaksa via youtube karena HP puanas banget.Malam harinya juga ikut meeting sambil jaga warung, sambil ngasih les privat seperti biasanya.

Pagi harinya, beruntung karena tata tertibnya ndak seketat hari pertama. Saya menyimak ilmu tentang transformasi bacaan anak dari Mas Ali Muakhir, Menulis Menyembuhkan dari Mba Ije, Manfaat Belajar Sastra dari Mba Helvi, Sastra Islami oleh Kang Abik, serta FLP to global yang diisi dari Mba Asma, Mba Sinta dan Mba Dee serta agenda-agenda lain yang dikomandani Mba Afra dan panitia silnas FLP 2020.

Terakhir, saya berterimakasih sekali dengan teman-teman panitia Silnas FLP yang sangat luar biasa, dan bersyukur Silnas kali ini via Zoom. Kenapa? karena baru-baru ini ada pejabat dan ulama yang kena covid padahal mereka berdua sangat menjaga protokol kesehatan. Banget.




Serunya beli buku-buku seken

 1. Buku yang kita dapatkan original dengan harga terjangkau. 2. Pernah mendapatkan buku yang edisi PO, ada tanda tangan penulisnya. 3. Pern...