Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2023

Balada Si Roy, tentang kehilangan, memaafkan dan pembuktian

 Tempat Asing ada buat ditaklukan ( Roy )


Film dibuka dengan adegan Roy dan Joe memasuki sekolah baru. Roy dengan sepeda dan anjing kesayangannya ( Joe ) tentu saja membuat heboh satu sekolah. Tak hanya itu, Roy juga bikin geram Dullah si pemilik sekolah ( tanda kutip ). Pasalnya, di hari pertama Roy dan Joe bisa dekat dengan Ani si Dewi Venus yang ditaksir Dullah.

Roy-Ani semakin dekat membuat Dullah dan genk-nya bertambah meradang, Dullah dan Genknya membututi Roy dan Ani yang pergi ke Anyer. Di sana Dullah mengeroyok Roy. Pertarungan yang tak seimbang berujung tragis. Joe berusaha menolong sahabatnya dari ia kecil.

Berakhirkah kisahnya?

Tentu tidak. Seteru Roy dengan genknya RAT ( Roy, Andi, Toni ) dan Borsalino ( Genk-nya Dullah ) terus berlanjut hingga berujung kepada kematian Andi yang kecelakaan setelah sebelumnya dibuly oleh Borsalino.  Kisah selesai?

Belum. Masih ada kisah tentang debus, mistik, intrik politik. Selesai? No. Kalau kamu penasaran, kamu bisa cus datang ke bioskop di kotamu.

Balada Si Roy diangkat dari cerbung, novel berjudul sama karya Golagong. Versi film disutradarai oleh Fajar Nugros.

Akting para pemerannya lumayan natural dan keren. Tapi yang menyita perhatian saya adalah Lulu Tobing yang jadi ibu Roy dan Yusuf Mahardika yang berperan sebagai Edi.

Lulu,  masih semanis, secantik dan senatural saat dia jadi Indah di sinetron legenda TERSANJUNG 1. Yusuf, bisa jauh banget dengan Madun yang selama ini melekat padanya. Saat jadi Edi, Yusuf style 80-90annya dapat banget.

Kejutan lainnya turut berperan Ramon Y Tungka yang pada era 2010an digadang-gadang akan jadi Roy di film ini jadi ayahnya Roy yang hilang karena dikenal sebagai aktivis. Ada juga Andy Riff dan Arswendi. Andi jadi tukang bakso, Arswendi jadi pensiunan yang menjadi tukan jualan kalender dan tukang becak.

Tak ada gading yang tak retak. Sayang banget tokoh Joe mengalami kejadian tragis di 30 menit pertama padahal diakan jadi sub judul film ini. Eh kayaknya akan ada Balada Si Roy eps Avonturir, kita tunggu saja gaes. Akting Abidzar di seri Roy berikutnya.




Rabu, 21 Agustus 2019

Tiga Jam Bersama Bumi Manusia



Di hari kemerdekaan saya memutuskan untuk menonton Bumi Manusia. Sebelum ke Tegal, saya gogling jam yang aman, jam yg terutama tidak mengganggu salat. Cek di GMC, Transmart, dan CGV pasifik. Nah yg aman adalah di pasific jam 12.30. why? Karena bocorannya 3 jam.. film terpanjang, bersaing dengan filmnya Arifin C Nor, film G 30 S. 😀

Karena hari kemerdekaan, ketika film belum dimulai, penonton yg full seat diminta berdiri menyanyikan Indonesia Raya.. Alhamdulillah

Film dibuka dengan suara berat, khas Om Iwan fals..kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati, air matanya berlinang, mas intan yg terkenang

Usai suara Om Iwan, giliran Iqbal alias Minke bernarasi. Gila, Iqbal yang menurutku jawa banget..

Menit menit pertama, datar apalagi pas Minke bangun kesiangan hingga tiba di rumah Annelis.

Beruntung, selanjutnya menurut saya adegan adegan selanjutnya greget. Dari mulai Minke dipecut ayahnya ( doni damara ), minke minta maaf sama ibunya ( ayu laksmi ) dll. Yg paling menguras emosi tentu saja drama di pengadilannya ( satu tentang pembunuhan ayah anne, satunya hak perwalian anne )

Jujur, baru baca karya Eyang Pram yg Cerita dari Blora waktu SMA dan Calon Arang. You know? Di rumah, saya ngoleksi hmpir 700 buku tapi gak ada yg punya eyang pram..terlalu ya?

Hal ini menguntungkan saya sehingga bisa nonton dengan nyaman. Setting, kolosalnya megah banget. Bravo mas hanung🙏

Akting Si Dewi Selebriti ( ketahuan umurnya ) Ine Febrianti menurut saya juara banget. Iqbal yg berada dibayang bayang Dilan, juga lumayan berhasil paling suka waktu Minke minta maaf sama ibunya ketika pertama kali pulang ke rumah.

Ohya menurut saya lagi, Iqbal brilian dia bisa bahasa Belanda, Basa Jawa, Bahasa Inggris dalam satu film

Pesan pesan di film yg mungkin tak sempurna bagi sebagian orang, buanyak banget. Yg paling mengesankan, Berbahagialah orang yg hidup dari keringatnya sendiri, satu satunya senjata adalah pena, saya harus mengisinya dengan tinta darah dll

Film ini 3 jam puncak konfliknya berkali kali.Terakhir, semua penonton pulang hingga kridit title yg diiringi om iwan, once dan novelis fiersa besari. Satu lagi, meski yg nonton banyak abg abg nya tapi mereka gak brisik neriakin iqbaaaalll. Penonton tegal keren pokoke😀😁

Serunya beli buku-buku seken

 1. Buku yang kita dapatkan original dengan harga terjangkau. 2. Pernah mendapatkan buku yang edisi PO, ada tanda tangan penulisnya. 3. Pern...