Tampilkan postingan dengan label Karya Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Saya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2021

Kisah Sedih Pencuri Apel

 



                Judul Buku : Tragedi Apel dan Buku Ajaib Jiko

            Pengarang : Yosep Rustandi

            Penerbit : Lintang, Indiva, Solo

            Cetakan : Juli 2020

            Tebal ; 160 hlm

            ISBN :978-623-253-002-7

            Harga : 40.000

               

                Alin pemulung cilik yatim. Alin sedih ketika ibunya sakit dan bocah laki-laki tersebut tidak dapat membawa ibunya berobat ke klinik karena tidak punya uang. Penghasilannya dari mulung hanya cukup untuk beli beras dan sedikit lauk. Alin semakin sedih karena ibunya tak mau makan kalaupun mau, hanya sesuap demi sesuap. Ibunya ingin sekali makan buah apel. Alin pikir, jika dirinya membawa apel ibunya akan sembuh dan sehat seperti sediakala.

                Saat memulung bersama Jiko sahabatnya, Alin melihat Mbak-Mbak berseragam SMA sedang beli sekilo apel. Tanpa pikir panjang, Alin merebut kantong plastik berisi apel tersebut dan lari sekencang kijang diikuti Jiko dibelakangnya. Masalah mulai timbul, karena Alin ingat kalau ibunya pantang memakan sesuatu dari hasil mencuri. Karena tahu Jiko itu sudah bisa baca setelah sekolah di Sanggar Hati juga mempunyai buku ajaib, Alin bertanya kepada sahabatnya bagaimana caranya agar ibu mau makan apel curian sehingga ibunya sembuh. Sayangnya, di jalan apel tersebut hanyut ke sungai karena hendak direbut Atang Cs. Masalah semakin pelik, seru di Sanggar Hati, tempat Jiko belajar baca tulis gratis kedatangan guru baru, Kak Dini, yang apelnya dicuri Alin. Bagaimana kelanjutan ceritanya?

                Tragedi Apel dan Buku Ajaib Jiko adalah novel anak yang menjadi juara pertama  Kompetisi Menulis Novel Anak Indiva  tahun 2019 lalu. Membaca novel anak ini, kita akan mendapat petualangan seru yang penuh haru. Kelebihan buku ini selain ceritanya bagus, banyak pesan-pesan kebaikan yang bisa diambil oleh para pembacanya. Kelebihan lainnya, layout, ilustrasinya menawan dan pas buat pembaca anak.

                Tapi tidak ada gading yang tak retak. Harga beras, dalam buku ini masih sangat murah sekali, tetapi novel anak ini tidak detail setting tahun 1990-annya. Ada  juga typo di sebuah halaman. Tapi, itu tentu saja tidak mengurangi nilai buku keren ini. Menurut saya, buku ini cocok dibaca siapa saja terutama anak-anak yang sudah lancar membaca dan tentu saja guru juga orang tua untuk diceritakan kembali kepada putra-putri tercinta. Selamat Membaca.

 

                Peresensi : Sutono, penulis lepas, pembaca buku. Tinggal di Tegal.

Selasa, 01 Desember 2020

Resensi Buku Indiva 1

 

Bukan Papa Idaman.

Judul Buku : Papa Idamanku

Penulis : Farah Hasanah, Dinda Rahmadhani, dkk

Penerbit : Peci, Idiva, Solo

Cetakan : Maret 2020

Tebal buku : 146 hlm

Harga : 39.000

 

            “Selamat pagi, Anesa. Anak Papa paling cantik, baik hati dan rajin menabung.”

            Nesa sebal dengan Papanya. Bukan karena Papanya tidak baik, tidak perhatian, tapi karena Papanya tersebut suka mengeluarkan kata-kata yang terdenganr lebay di telinganya. Padahal, setahu Nesa, Papa bukan sastrawan atau pujangga.

            Nesa semakin sebal karena Papanya tidak hanya lebay di depannya, di depan Mama atau di depan adiknya. Tapi juga di depan teman-temannya. Akibatnya, teman-temannya sering bisik-bisik membicarakan kelebayan Papanya.

            Suatu hari, Papa dipindah tugaskan ke kota lain. Tentu saja Nesa ikut serta pindah dan mencari sekolah baru.

            Beruntung, Nesa punya teman baru di rumah barunya yang juga satu sekolah. Di bernama Arina. Saat Arina main ke rumah, Papa ikut ngobrol. Tentu saja dengan kata-kata puitis, lebay.

            Di depan Nesa, Arina terlihat tidak ada masalah. Tapi Nesa takut Arina akan menceritakan kelebayan Papanya ke teman-teman di sekolah barunya.

            ****

            Hari pertama di sekolah barunya, Nesa berkenalan dengan Neta yang mengaku sebagai penulis cilik. Yang membuat heran, teman barunya tersebut punya penulis idola yang namanya seperti nama Papa.

            Siapakah sebenarnya Papa Nesa?

            Buku kumpulan cerpen anak bertajuk Papa Idamanku, berisi 11 cerita yang ditulis anak-anak hebat, penulis-penulis masa depan yang menjuarai Kompetisi Menulis yang diadakan Penerbit Indiva tahun 2019.

            Selain cerita apik berjudul Papa Idamanku yang ditulis dik Farah Hasanah K, ada banyak cerita lain dalam buku ini. Seperti, Sepatu Alma, Bola Persahabatan, Bukan Bekal Biasa, Tangan Malaikat dan masih banyak lagi cerita lainnya.

            Meskipun penulisnya anak-anak yang sebagian besar masih duduk di Sekolah Dasar, buku ini sarat hikmah yang bisa dipetik oleh para pembacanya. Tidak hanya itu, cerita-cerita di buku ini juga ada lucunya, ada harunya, pokoknya seru deh.

            Kelebihan lain, kumpulan cerita anak ini juga layout dan ilustrasinya cantik dan menawan.

            Catatan saya, di buku ini ada cerita tentang pelukis cilik yang ngambek, mogok melukis gara-gara mendengarkan ceramah di sebuah radio.

            Menurut saya, tema dan cerita ini terlalu berat. Padahal anak-anak harus fun saat melahap sebuah buku. Mengapa? Agar minat bacanya terus terjaga.

            Di luar itu, buku ini harus dibaca siapa saja. Terutama anak-anak mulsim.

 

 

            Peresensi : Sutono, FLP Tegal.

    


            FB : Sutono Suto

            IG : sutono_adiwerna

Sabtu, 16 November 2019

Gara - Gara Rujak

Hai pembaca pojok baca, jumpa lagi ya. Kali ini saya mau posting kisah lucu Jon Koplo yang saya tulis dan dimuat di rubrik Ah Tenane, Solopos. Selamat membaca ya



“ Bu ini rujak buah beli di Pak Drajat? “ tanya Jon Koplo. Jam dinding di  ruang tengah menunjukan pukul 11 siang
            “ Inggih. Tadi Pak Drajat kebetulan lewat depan rumah “ jawab Lady Cempluk, isteri Jon
            “ Tak makan  saiki ya Bu? “
            “ Sebentar lagi jumatan. Apa makan rujaknya nggak sepulang dari masjid saja? Bapak kan tahu sendiri, sambal rujaknya Pak Drajat ekstra pedas”
             “ Tapi kelihatannya enak dan seger banget. Tak makan sekarang ya Bu”
            “ Nggih Pun “ Akhirnya Lady menyerah
            Tak lama kemudian, rujak buah itu pun tandas dilahap Jon Koplo. Bahkan, Lady Cempluk yang beli pun tidak disisai
***
            Jon tiba di masjid At’Takwa bersamaan dengan khotbah jumat dimulai. Selesai sholat sunah, Jon mendengarkan tausiah dengan seksama. Disaat khusuk mendengarkan khotbah, tiba – tiba perut Jon melilit – lilit. Awalnya, Jon berusaha menahan sakit perutnya karena tidak ingin melewatkan khotbah jumat yang disampaikan Ustad Tom Gembus
            Tapi karena perutnya semakin lama semakin sakit, mulas, Jon akhirnya memutuskan untuk ke toilet masjid. Ternyata, efek sambal rujak yang super pedas itu, membuat Jon mendekam cukup lama di toilet
            Setelah selesai dari toilet, Jon ke tempat wudhu yang  letaknya tak jauh dari toilet. Selesai bersuci, ketika Jon hendak ke tempat saf nya semula, ternyata para jamaah sudah berhamburan meninggalkan masjid. Karena malu, Jon akhirnya memutuskan ke toilet lagi untuk bersembunyi
            Jon..jon yang ketika  jamaah lain baru selesai jumat, kamu baru selesai buang hajat.

NB..gambar Jon Koplo diambil dari internet

Jumat, 16 Agustus 2019

Penyesalan Awan


                Ibu masih duduk di tepi ranjang besi tua tempat Wak Tayo terbaring  ketika aku hendak  berpamitan untuk pergi nonton film dengan Lina, cewek tercantik, terpopuler di SMA Tiga
                “ Bu Awan pergi dulu ya ! “ pamitku dengan perasaan tak enak
                “ Kamu nggak kasihan sama Uwakmu? Kalau ada apa – apa dengannya bagaimana? “ ujar Ibu pelan, matanya sembab
                “ Ibu lebai deh.  Kan ada Ibu, ada Mas Memet. Ibu juga bisa kan telpon atau sms jika terjadi sesuatu dengan Uwak “ sentakku
                “ Ya sudah kalau begitu. Hati – hati ! pulangnya jangan terlalu larut ya ! “ kata Ibu akhirnya, mengalah
***
                Sudah  beberapa minggu ini, Wak Tayo sakit dan tidak bisa ke mana -  mana selain berbaring di ranjang besi using  di ruang tengah. Kami sudah membujuknya  pergi periksa ke dokter  tapi Wak Tayo menolak. Dalihnnya,  karena tidak ingin merepotkan kami bertiga
                Uwak Tayo adalah kakak ibuku. Kata ibu, Wak Tayo tidak bisa melihat sejak dia masih  kecil. Masih kata ibu, Wak Tayo kecil  waktu itu mandi di sungai, tanpa disadari mata kecil nan suci nya kemasukan air kencing blentung sehingga sampai sekarang tidak bisa melihat dunia. Meski tidak bisa melihat, Wak Tayo tidak mau menggantungkan diri pada nenek, juga pada  ibuku. Dia bisa memanjat pohon kelapa, mengasah pisau – pisau dan gaman para  tetangga, membuat sapu lidi. Sapu lidi bikinan Wak Tayo, terkenal tahan lama dan tidak mudah rusak.  Singkatnya, Wak Tayo punya mata lain yang membuat dia tak pernah kesulitan pergi ke mana – mana
                Kami terutama aku kecil,  berhutang banyak pada Wak Tayo. Ketika lelaki yang aku panggil bapak pergi meninggalkan kami demi perempuan lain, Wak Tayo jadi pahlawan kami. Wak Tayo sering memberi aku dan Mas Memet  uang jika ibu sedang tidak punya uang sepeserpun
***
                Malam itu aku dan Lina menonton fillm remaja yang ceritanya begitu romantis. Sepanjang film berlangsung, tangan kami bertautan seolah tak terpisahkan. Aku begitu bahagia karena berhasil mendapatkan hati Lina. Sepanjang film juga, HP sengaja aku matikan demikian juga HP Lina
                Dua jam kemudian, setelah film usai, aku mengantar Lina pulang ke rumahnya  tanpa kembali mengaktifkan HP terlebih dahulu. Motor matik kesayanganku melaju membelah malam menuju rumah Lina kekasihku
                Entah kenapa di sepanjang jalan,  penyesalan, perasaan tidak enak tiba – tiba datang menyusup
                Memoriku terlempar saat aku masih kecil. Aku  kecil, sering diajak Wak Tayo pergi ke ladang mencari kupu – kupu dan kumbang, aku kecil juga selalu menunggu Wak Tayo pulang membawa telur bebek pemberian Bu Haji yang biasa menyuruh Wak Tayo bersih – bersih taman atau mengasah pisau – pisau Bu Haji yang kebetulan punya kios daging di Pasar Trayeman. Aku juga ingat ketika kecil, Uwak Tayo selalu melindungi jika ada teman – teman ku yang nakal meledekku tidak punya bapak
                Karena rasa sesal dan  perasaan tak enak itu, begitu Lina sampai di rumahnya, aku menambah laju kecepatan motor matik kesayanganku
                Ketika perasaan tak enak itu tak kunjung hilang, sepanjang jalan aku berzikir menyebut nama Allah,  berharap perasaanku tenang kembali. Aku bukan laki – laki cengeng. Tapi entah mengapa malam itu air mataku menetes satu satu
                Begitu sampai di rumah, aku terkejut demi  mendapati rumah sederhana kami sudah ramai. Banyak tetangga berkumpul. Samar – samar aku mendengar lantunan ayat suci. Dengan buru – buru, aku memarkir motor dan segera menghambur ke dalam rumah. Kepalaku mendadak berat, tubuhku mendadak seringan kapas di hadapan tubuh kaku Wak Tayo yang sudah ditutupi kain jarik milik ibu, mataku berkunang – kunang sebelum akhirnya tubuhku  ambruk tak sadarkan diri




Tentang penulis : Sutono Adiwerna adalah penulis cerma dan cernak tinggal di Tegal. Cerpen cerpennya pernah dimuat di Minggu Pagi, Cempaka, Radar, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka dan lain – lain. Selain penulis, Sutono juga guru eskul kepenulisan dan pegiat literasi
                 


                

Minggu, 07 Juli 2019

Buku Tuntuntunan Salat Lengkap untuk Anak Telah Terbit

Apakabar teman - teman? senang sekali akhirnya bisa bersua lagi. Maaf jika terlalu lama tak menulis di sini. He he he

Teman teman, Alhamdulillah tanggal 1 juli 2019 kemarin, telah terbit buku terbaru saya. Sebenarnya bukan buku saya full ding, tapi duet dengan Mba Isti dan Ilustrator keca Mas Rahman Nur. Btw, berikut blurbnya, simak ya

Tuntunan Lengkap Salat untuk Anak berisi tuntunan lengkap salat lima waktu untuk anak mulai dari tata cara wudu, urutan salat, sampai hal hal yang membatalkan salat

Dilengkapi ilustrasi adegan wudu, salat, cerita hikmah, dan kalender praktik selama 30 hari, sehingga anak lebih asik dalam belajar. Selain itu, lampiran permainan ular tangga di dalam buku ini bisa anak mainkan bersama teman temannya. Praktikan salat dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunnya. Minta arahan ayah dan bunda jika kamu menemui kesulitan.

Selamat praktik

Tebal buku : 40 hal full warna, ilustrasi kece

Harga : 50rb


Segini dulu ya teman - teman, buku bisa pesan ke saya langsung atau hunting di toko buku terdekat. Terimakasih banyak ya 



Karya Saya

Senin, 10 Juni 2019

Aku Sayang Ibu

Judul buku : Cerita Ibu Sari
Pengarang : Alby Syafie
Penerbit : Tiga Ananda, Solo
Cetakan 1 : Agustus 2018
Tebal : 24 hlm
ISBN : 978 – 602 – 366 – 493 – 1

                Hari itu SD Taman Pelangi merayakan Hari Ibu. Semua murid diwajibkan mengenakan kostum sesuai dengan pekerjaan ibunya masing masing
                Vida yang tidak nyaman dengan kostumnya, mengajak Sari yang kebetulan duduk di sebelahnya untuk bertukar kostum
                Untungnya, beberapa saat setelah bertukar kostum Vida dan Sari menyadari hal tersebut menandakan mereka tidak saying dan menghormati ibu mereka
                Satu persatu siswa  SD Taman Pelangi bercerita tentang  kostum yang dipakainya
                Saat giliran Vida, Sari dan semua tamu bertepuk tangan ketika Vida menyerahkan bunga kepada Bu Yasmin
                Sari yang mengenakan kostum kuli panggul dengan percaya diri bercerita profesi ibunya seperti halnya teman – teman yang lain
                Apa saja yang diceritakan Sari sehingga semua tamu di aula SD Taman Pelangi jadi hening dan sunyi?
                Cerita Ibu Sari dikemas dengan bentuk cerita bergambar. Ditulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami pembaca anak
                Kelebihan lain buku ini, kertasnya tebal dan luxs, ilustrasinya cantik dan menawan. Nilai plus lainnya, dengan membaca buku ini, pembaca anak diharapkan bisa  belajar tentang moral, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta mampu mengendalikan emosi
                Buku ini bisa jadi teman yang aman untuk putra putri tercinta kita. Bisa juga dikoleksi orang tua, para  pendidik sebagai refrensi untuk bercerita kembali kepada putra putri tersayang. Selamat membaca



                Perensi buku : Sutono Adiwerna, penulis lepas, pembaca buku, aktivis literasi

Tiga serangkai

Senin, 27 Mei 2019

Penyesalan Doro

Judul Buku : Akibat Kesombongan Doro
Penulis : Ririn Astuti Ningrum
Penerbit : Tiga Ananda, Solo
Cetakan tahun : Februari 2019
Tebal : 36 Halaman
ISBN : 978-623-206-027-2

                Doro adalah seekor burung merpati batu. Bulunya cantik sekali. Ia tinggal di pagupon yang nyaman
                Di dekat pagupon yang nyaman itu, tinggal pula hewan – hewan yang lain seperti burung pipit, burung jalak dan burung kenari. Ada juga Wawa si kelelawar. Di tengah meraka hidup pula Tupi, si tupai
                Selain punya bulu yang indah, Doro pun jago terbang. Doro pernah menjadi pemenang lomba terbang. Kelebihannya itu tidak membuat Doro bersyukur tapi menjadikan Doro sombong. Karena pada saat lomba terbang Wawa tidak ikut, Doro bertekad mengajak Wawa berlomba terbang
                Ketika sampai di rumah Wawa, Doro terkejut melihat Wowo sedang tidur. Tubuh Wawa menggantung di ranting pohon yang menjadi sarangnya
                “ Hai pemalas ! Ayo kerja “ kata Doro
                “ Ada apa ? “ Tanya Wawa yang masih mengantuk
                “ Aku, mau menantangmu lomba terbang ! “
                Wawa menyanggupi permintaan Doro asalkan wakunya malam hari
                Pada saat lomba, Wawa dan Doro segera melesat ke angkasa. Wawa dengan lincah melesat, meliuk – liuk diantara pepohonan tanpa menabraknya. Tapi tidak dengan Doro. Karena malam gelap,Doro menabrak batang pohon kelapa
                “ Aduhh, sakit “ pekik Doro. Apa yang terjadi selanjutnya? Mengapa Wawa si kelelawar bias terbang tanpa hambatan di malam gelap?
                Akibat  Kesombongan Doro, adalah satu judul dari seri Fabel Sains. Kelebihan buku ini, bahasanya cair, mengalir dan mudah dipahami pembaca anak. Selain itu, ilustrasinya juga menawan plus dapat menambuhkan karakter yang baik bagi pembaca anak
                Kelebihan lainnya, buku ini bisa jadi sarana orang tua, para pendidik untuk mengenalkan sains dengan cara yang menyenangkan
                Akibat kesombongan Doro, layak menjadi koleksi di rak buku siapa saja terutama  putra dan putri tercinta di rumah. Selamat membaca


            Peresensi, Sutono Adiwerna. Pegiat literasi, pembaca buku tinggal di Kabupaten Tegal. Telah menulis di berbagai media massa, baik fiksi maupun non fiksi

Buku Tiga Serangkai
 

Rabu, 22 Mei 2019

Lokalitas di Kumcer Kasur Tanah

Judul buku : Kasur Tanah
                Pengarang : Muna Masyari dkk
                Penerbit : Penerbit Buku Kompas
                Cetakan : 2018
                Tebal : 202 halaman
                ISBN : 978-602-412-416-8
                Embu menikah dengan lelaki tua. Cinta pertama embu kandas karena status social dan tradisi perjodohan
                Menjelang  embu lahir, kakek tidak punya biaya terpaksa meminta tolong kepada lelaki yang sudah memiliki tiga istri itu untuk  membiayai kelahiran embu  ke dunia. Karena tidak mau menanggung utang budi, kakek menjodohkan embu yang masih bayah merah  dengan lelaki tua itu
                Embu yang perawan desa mengorbankan cintanya dan menikah dengan lelaki tua itu. Ketika lelaki tua itu meninggal, embu yang menjanda di usia muda tak tergoda untuk menikah lagi
                Waktu merambat cepat. Anak embu, Bhing sudah besar
                “ Sekarang kau sudah besar. Sebelum mati, aku ingin melihatmu menikah “
                Embu yang jatuh sakit, diduga diteluh laki – laki yang cintanya ditolak embu. Embu mendesak Bhing untuk mengenalkan laki laki yang selama ini dicintai Bhing
                Begitu tahu lelaki yang dicintai anaknya adalah Keh Sadulah, cangkir di tangan embu terlepas dan terjatuh. Cangkir yang hendak dijadikan sortana  itu berkepeng  di lantai.
                Siapakah Keh Sadulah tersebut ?
                Kasur Tanah, merangkum 21 cerpen pilihan Kompas 2017. Selain Muna Masyari ada banyak maestro cerpen menulis di buku ini. Sebut saja, Putu Wijaya, Ahmad Tohari, Budi Dharma, Triyanto Triwikromo, Agus Noor, Djenar Maesa Ayu dan masih banyak lainnya
                Kelebihan kumpulan cerpen ini adalah sebagian cerpen mengangkat lokalitas. Lokalitas yang ditulis, dituturkan dengan kuat bukan hanya sekedar tempelan. Sebut saja cerpen Kasur Tanah ( Muna Masyari ), Mbah Dlimo ( A Mutaqqin ), Rumah Batu dan Kakek Songkok  ( Lina PW ) dan tentu saja Paman Klungsu- nya si Ronggeng Dukuh Paruk ( Ahmad Tohari )
                Kelebihan lain, kesemua cerpen dilengkapi dengan ilustrasi yang aritstik nan menawan

                Kasur Tanah, sangat sayang untuk dilewatkan terutama bagi para pecinta sastra cerpen . Selamat Membaca

isinya bagus bagus

Buku Saya 1

Judul Buku           : BAPAK
                                  (Kumcer)
Penulis                  : Sutono Adiwerna
Penerbit                : Puput Happy Publishing
Cetakan                : Cetakan Pertama, Februari 2015
Isi                            : xvi + 83 Halaman; 13 x 19 cm
ISBN                       : 978-602-7806-33-7
Harga                    : Rp 24.000,-

Sinopsis:
Panci, wajan teko atau piring yang dilempar kemudian jatuh berdebam meninggalkan cekung kepingan beling, kotoran muntah dan ceracau berisi hujatan, umpatan serta kata-kata kasar yang
Bapak adalah buku solo saya pertama yang nonfiksi
diperuntukkan bagi ibuku bukannya sekali, dua kali, tetapi berkali- kali dan hampir tiap hari. Aku yang ketika itu baru menjejakkan diri di bangku SD Cuma bisa meringkuk ketakutan melihat ibuku yang cuma bisa menangis tanpa melakukan perlawanan meskipun sedikit. Yah, dulu bapak kasar, temperamental terlebih ketika ia habis menenggak minuman keras. Meski suka membentak, membanting perabotan, dapur mata kecilku tak pernah menangkap tangan bapak ikut bicara.
                Bapak, merangkum 15 kisah menyentuh nurani. Selain ada kisah berjudul Ciu Bapak yang menceritakan seorang bapak yang menemukan hidayah di usia senjanya. Ada juga kisah Semangat Hidup Ibu Tiri Tercinta dan banyak kisah lainnya yang bisa kita petik ibrohnya. Selamat Membaca..

Selasa, 21 Mei 2019

Fabel dan Nilai Kebaikan


Judul  Buku : Kisah Indah dari Padang Rumput
            Penulis : Shabrina Ws.
            Penerbit : Bintang Kelas, Surakarta
            Cetakan : Maret, 2018
            Tebal buku : 160 hlm
            ISBN : 978-602-51135-0-5          

                Gazelle dan keluarganya  tinggal di Padang Rumput Serengiti, Tanzania, Afrika.
                Bertahun tahun para penghuni Padang Rumput Serengiti hidu damai. Mereka juga punya kebiasaan membagikan beberapa makanan untuk kelompok Gnu. Para Gnu lewat saat bermigrasi pada musim kering
                Biasanya, ibu Gazelle menyiapkan sepetak ladang khusus untuk tamu mereka. Ibu Gazella juga sangat sibuk jika menyambut rombongan Gnu
                Keadaan mulai berubah ketika ibu Gazelle meninggal. Musim kemaru yang panjang membuat persedian makanan keluarga Gazelle semakin menipis
                Suatu hari, rombongan Gnu pertama lewat. Gazelle ingin sekali memberi makanan seperti yang selalu dilakukan ibu Gazelle. Tapi karena persedian makanan keluarga Gazelle yang menipis membuat saudara saudara Gazelle melarang Gazelle membantu rombongan Gnu. Dengan terpaksa Gazelle meminta maaf kepada rombongan pertama Gnu yang lewat karena tidak bisa memberi makanan seperti biasanya
                Malam harinya Gazelle tidak bisa tidur. Gazelle ingat, ibunya pernah bercerita tentang seorang yang membagikan makanan untuk tamunya. Namun, makanan itu tidak berkurang justru bertambah. Ba
gaimana kisah selanjutnya?
                Kisah Indah selain memuat cerita berjudul Gazelle dan Pucuk Daun Segar, ada banyak kisah kisah dari negeri padang rumput seperti, Kiang Ladakh dan Puisinya, Babun Zaetun yang Bingung, Keledai dan Usahanya, Singa Tua, Landak dan Bunga Saguaro dan kisah kisah lainnya yang tak kalah menarik.
                Kumpulan kisah binatang ini ditulis dengan bahasa yang indah namun mudah dipahami pembaca, termasuk pembaca anak.
                Kelebihan lain buku ini, kisah kisahnya menyentuh hati, ilustrasinya menawan, dilengkapi kolom Fakta Unik plus lembar aktivitas  untuk mewarnai dan lainnya
                Catatan saya, andai lembar aktivitasnya di sisipkan di setiap cerita bukan di halaman halaman terakhir, buku ini akan lebih menarik karena pada dasarnya semua anak anak adalah aktif.
                Terakhir, Fabel sangat efektif menyampaikan nilai nilai kebaikan seperti mengatasi ketakutan, rasa benci, kegagalan hingga rasa kehilangan seperti kisah kisah yang ada pada buku ini. Selamat membaca
               
            Peresensi : Sutono Adiwerna, penulis lepas, Ketua FLP Cabang Tega

Serunya beli buku-buku seken

 1. Buku yang kita dapatkan original dengan harga terjangkau. 2. Pernah mendapatkan buku yang edisi PO, ada tanda tangan penulisnya. 3. Pern...