Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2021

Kisah Sedih Pencuri Apel

 



                Judul Buku : Tragedi Apel dan Buku Ajaib Jiko

            Pengarang : Yosep Rustandi

            Penerbit : Lintang, Indiva, Solo

            Cetakan : Juli 2020

            Tebal ; 160 hlm

            ISBN :978-623-253-002-7

            Harga : 40.000

               

                Alin pemulung cilik yatim. Alin sedih ketika ibunya sakit dan bocah laki-laki tersebut tidak dapat membawa ibunya berobat ke klinik karena tidak punya uang. Penghasilannya dari mulung hanya cukup untuk beli beras dan sedikit lauk. Alin semakin sedih karena ibunya tak mau makan kalaupun mau, hanya sesuap demi sesuap. Ibunya ingin sekali makan buah apel. Alin pikir, jika dirinya membawa apel ibunya akan sembuh dan sehat seperti sediakala.

                Saat memulung bersama Jiko sahabatnya, Alin melihat Mbak-Mbak berseragam SMA sedang beli sekilo apel. Tanpa pikir panjang, Alin merebut kantong plastik berisi apel tersebut dan lari sekencang kijang diikuti Jiko dibelakangnya. Masalah mulai timbul, karena Alin ingat kalau ibunya pantang memakan sesuatu dari hasil mencuri. Karena tahu Jiko itu sudah bisa baca setelah sekolah di Sanggar Hati juga mempunyai buku ajaib, Alin bertanya kepada sahabatnya bagaimana caranya agar ibu mau makan apel curian sehingga ibunya sembuh. Sayangnya, di jalan apel tersebut hanyut ke sungai karena hendak direbut Atang Cs. Masalah semakin pelik, seru di Sanggar Hati, tempat Jiko belajar baca tulis gratis kedatangan guru baru, Kak Dini, yang apelnya dicuri Alin. Bagaimana kelanjutan ceritanya?

                Tragedi Apel dan Buku Ajaib Jiko adalah novel anak yang menjadi juara pertama  Kompetisi Menulis Novel Anak Indiva  tahun 2019 lalu. Membaca novel anak ini, kita akan mendapat petualangan seru yang penuh haru. Kelebihan buku ini selain ceritanya bagus, banyak pesan-pesan kebaikan yang bisa diambil oleh para pembacanya. Kelebihan lainnya, layout, ilustrasinya menawan dan pas buat pembaca anak.

                Tapi tidak ada gading yang tak retak. Harga beras, dalam buku ini masih sangat murah sekali, tetapi novel anak ini tidak detail setting tahun 1990-annya. Ada  juga typo di sebuah halaman. Tapi, itu tentu saja tidak mengurangi nilai buku keren ini. Menurut saya, buku ini cocok dibaca siapa saja terutama anak-anak yang sudah lancar membaca dan tentu saja guru juga orang tua untuk diceritakan kembali kepada putra-putri tercinta. Selamat Membaca.

 

                Peresensi : Sutono, penulis lepas, pembaca buku. Tinggal di Tegal.

Selasa, 01 Desember 2020

Resensi Buku Indiva 1

 

Bukan Papa Idaman.

Judul Buku : Papa Idamanku

Penulis : Farah Hasanah, Dinda Rahmadhani, dkk

Penerbit : Peci, Idiva, Solo

Cetakan : Maret 2020

Tebal buku : 146 hlm

Harga : 39.000

 

            “Selamat pagi, Anesa. Anak Papa paling cantik, baik hati dan rajin menabung.”

            Nesa sebal dengan Papanya. Bukan karena Papanya tidak baik, tidak perhatian, tapi karena Papanya tersebut suka mengeluarkan kata-kata yang terdenganr lebay di telinganya. Padahal, setahu Nesa, Papa bukan sastrawan atau pujangga.

            Nesa semakin sebal karena Papanya tidak hanya lebay di depannya, di depan Mama atau di depan adiknya. Tapi juga di depan teman-temannya. Akibatnya, teman-temannya sering bisik-bisik membicarakan kelebayan Papanya.

            Suatu hari, Papa dipindah tugaskan ke kota lain. Tentu saja Nesa ikut serta pindah dan mencari sekolah baru.

            Beruntung, Nesa punya teman baru di rumah barunya yang juga satu sekolah. Di bernama Arina. Saat Arina main ke rumah, Papa ikut ngobrol. Tentu saja dengan kata-kata puitis, lebay.

            Di depan Nesa, Arina terlihat tidak ada masalah. Tapi Nesa takut Arina akan menceritakan kelebayan Papanya ke teman-teman di sekolah barunya.

            ****

            Hari pertama di sekolah barunya, Nesa berkenalan dengan Neta yang mengaku sebagai penulis cilik. Yang membuat heran, teman barunya tersebut punya penulis idola yang namanya seperti nama Papa.

            Siapakah sebenarnya Papa Nesa?

            Buku kumpulan cerpen anak bertajuk Papa Idamanku, berisi 11 cerita yang ditulis anak-anak hebat, penulis-penulis masa depan yang menjuarai Kompetisi Menulis yang diadakan Penerbit Indiva tahun 2019.

            Selain cerita apik berjudul Papa Idamanku yang ditulis dik Farah Hasanah K, ada banyak cerita lain dalam buku ini. Seperti, Sepatu Alma, Bola Persahabatan, Bukan Bekal Biasa, Tangan Malaikat dan masih banyak lagi cerita lainnya.

            Meskipun penulisnya anak-anak yang sebagian besar masih duduk di Sekolah Dasar, buku ini sarat hikmah yang bisa dipetik oleh para pembacanya. Tidak hanya itu, cerita-cerita di buku ini juga ada lucunya, ada harunya, pokoknya seru deh.

            Kelebihan lain, kumpulan cerita anak ini juga layout dan ilustrasinya cantik dan menawan.

            Catatan saya, di buku ini ada cerita tentang pelukis cilik yang ngambek, mogok melukis gara-gara mendengarkan ceramah di sebuah radio.

            Menurut saya, tema dan cerita ini terlalu berat. Padahal anak-anak harus fun saat melahap sebuah buku. Mengapa? Agar minat bacanya terus terjaga.

            Di luar itu, buku ini harus dibaca siapa saja. Terutama anak-anak mulsim.

 

 

            Peresensi : Sutono, FLP Tegal.

    


            FB : Sutono Suto

            IG : sutono_adiwerna

Rabu, 18 November 2020

Cinta dari Musim ke Musim

  Judul buku : Till this Season Ends

Pengarang : Alfian Dan
iear, Shabrina Ws dkk

Penerbit : Yutaka

Tebal : 170 hlm


Ingat baik baik. Hanya dengan jarak kita bisa saling merindukan.

Buku ini, merangkum kisah cinta yang manis, pahit, getir dari musim ke musim lainnya. Bukan hanya tentang cinta dua sejoli, ada juga cinta ibu dan anaknya, cinta suami kepada isterinya.

 

Kelebihan buku ini selain kaver, ilustrasi yang ok, kumpulan cerpen manis ini ditulis oleh penulis penulis yang punya jam terbang lumayan. Sebut saja Shabrina Ws, Wiwik Waluyo, Dian Onasis dan masih banyak lagi.

Kita bisa membaca dari halaman pertama ke halaman terakhir, bisa acak, bisa mulai dari penulis yang kamu suka. Selamat membaca.

Jumat, 06 November 2020

SEHAT ALA ROSULULLAH.

 Judul Buku : Aku Sehat Tubuhku Kuat, Prestasiku Hebat

Penulis : Ririn Astuti Ningrum

Penerbit : Gema Insani, Depok

Cetakan : Oktober 2020

ISBN : 678-602-250-838-0


Saat sarapan, Jeha makan sangat banyak, sambil berdiri dan sedikit minum. Akibatnya, di kelas Jeha kebelet buang air besar. Saat di toilet, Jeha susah buang air besar. Juga saat pipis Jeha tidak menyiram. Menjelang magrib, Jeha juga makan donat besar padahal sudah adzan.

Akibatnya, saat salat di masjid, Jeha buang angin tak sengaja.

Komik aku sehat, tubuhku kuat, prestasiku sehat berisi komik-komik edukatif perihal sehari-hari Jeha, Meca, Umma dan Abba.

Dalam komik komik Jeha oh Jeha, pembaca anak diingatkan agar makan secukupnya, menjaga kebersihan.

Selain Jeha oh Jeha, ada beberapa cerita yang tak kalah seru. Seperti, berani khitan, surga di rumah nenek dan jamur berlian.

Buku ini cocok dibaca siapa saja. Terutama anak-anak muslim.

Kelebihan buku ini, dilengkapi pojok ayat, info covid juga buklet teka-teki silang. Pokoknya keren deh. Selamat membaca ya.




Selasa, 07 Juli 2020

Ketika Ibu Clara Tiada

Judul : Kasih Sejuta Bunda
Pengarang : Lisma Laurel, S Gegge Mappangewa
Penerbit : Indiva Media Kreasi, Solo
Cetakan 1 : April 2020
Tebal : 144 halaman
ISBN ; 978-623-253-000-3

                Clara sedih. Setelah ibunya meninggal seminggu yang lalu, ia berangkat ke sekolah sendirian. Tidak hanya itu, kepangan rambutnya juga diledek teman – temannyal. Kata mereka, kepangan rambut Clara seperti  Si Gila  dari gang sebelah
                Clara melamun kenapa sih ibunya harus meninggal? Sehingga ayahnya pagi tadi yang terpaksa mengepang rambut Clara asal asalan.
                Saat melamun karena sedih, tiba tiba datanglah seorang ibu yang kemudian berjanji akan  mengepang rambut Clara rutin setiap pagi
                Tidak hanya itu, ketika  Clara haus usai bermain main di taman dengan teman -temanya, ada ibu ibu yang berbaik hati memberinya  air minum sehingga dirinya tak perlu pulang ke rumah karena 
                Ketika  Clara jatuh dari sepeda, ada juga ibu yang menawarkan diri  mengobati luka Clara. Siapa sih ibu – ibu yang tak segan membantu  Clara?  Bagaimana kisah selanjutnya? Teman – teman bisa mengetahui kisah selangkapnya di buku ini ya !
                Buku ini berisi sebelas cerita . Selain cerita bertajuk Kisah Sejuta Bunda, yang menyentuh dan inspiratif,  teman – teman  juga membaca yang tak kalah seru seperti Kotak Ajaib Milik Juro, Sarabba Kakek Agung, Nasi Hukuman dan lainnya
                Kelebihan buku ini, selain ceritanya bagus bagus dan inspiratif , layout dan ilustrasinya sangat menawan sehingga pembaca anak tidak bosan.
                Catatan saya, meski cerita – cerita di dalam buku ini  diambil dari pemenang lomba kompetisi menulis nasional yang diadakan sebuah penerbit, saya menemukan satu ada dua cerita di buku ini yang menurut saya  ceritanya bertele – tele, dan ada cerita yang tokohnya terlalu banyak. Cerita yang bertele – tele membuat  pembaca anak bosan, cerita yang terlalu banyak tokoh membuat pembaca bingung
                Terlepas dari catatan tersebut, buku ini cocok dibaca anak – anak sudah mahir membaca bisa juga dibaca orang tua, pendidik sebagai bahan  cerita, mendongeng untuk menumbuhkan karakter yang baik bagi anak –anak kita. Selamat membaca



                Peresensi : Sutono, penulis lepas, pembaca buku di Kabupaten Tegal

Sabtu, 04 Juli 2020

Cara Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an Kepada Anak – Anak

Judul Buku : Komik Aku Cinta Al-Qur’an
            Penulis : Lina Herlina
            Ilustrator : Fajar Istiqlal
            Penerbit : Gema Insana, Depok
            Tebal : 72 Halaman
            Cetakan : Januari 2020
            ISBN : 978-602-250-685-0
               
                Kenapa  kita (umat Islam )  harus mencintai Al- Qur’an? Karena ketika kita membaca kitab suci umat Islam ini, selain mendapat pahala, di dalamnya juga berisi petunjuk bagi kita. Untuk mencintainya, harus dimulai sejak usia dini ( anak –anak ) .  Banyak cara, media untuk mendidik, mengajarkan anak –anak agar bisa mencintai Al-Qur’an. Salah satunya dengan media bacaan dalam bentuk komik. Kenapa? Karena anak – anak sebagian besar lebih menyukai gambar daripada teks ( kecuali anak tersebut sudah di tahap mencintai buku )
                Buku bertajuk Komik Aku Cinta Al-Qur’an berisi 20  cerita berhikmah dalam bentuk komik. Salah satu diantaranya adalah komik berjudul Asih Mengajar Mengaji. Komik ini, mengisahkan Asih bocah berusia  10 tahun  yang dimintai ibunya mengajar mengaji karena ibunya yang guru mengaji itu, harus menjenguk orang yang sedang sakit. Masalahnya, selain masih kecil, Asih takut murid – murid ibunya di TPA, ( taman pendidikan Al-Qur’an ) tidak mau diatur olehnya. Apa yang terjadi kemudian?
                Selain komik Asih Mengajar Mengaji, ada banyak komik – komik yang tak kalah menarik misalnya, Aku Mau Jadi Keluarga Allah, Boleh Iri Tapi…!, Hati Jadi Tenang, Makan Gratis, Keberuntungan Ibu, Aissyah Murajaah dan komik – komik yang lain
                Kelebihan buku komik ini, ilustrasinya lucu, indah membuat pembaca anak betah berpindah dari halaman satu ke halaman akhir buku. Selain ceritanya yang juga sarat hikmah, buku ini juga dilengkapi kolom Kisah Sahabat, Hadits, boleh tahu. Dengan membaca buku ini, semoga menyemangati kita untuk belajar membaca, menghapal dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Amin


                Peresensi : Sutono, penulis lepas, pembaca buku

Selasa, 14 Januari 2020

Berteman dengan teman spesial


Judul : Temanku Istimewa
Penulis : Arinda Shafa dan Wahyu Widyaningrum
Penerbit : Tiga Ananda, Solo
Tahun terbit : April 2019
Tebal : 60 hlm
ISBN : 978-623-206-127-9

            “ Yes ! sudah 30 level ! pekik Nela bersemangat. Ia bermain gim sambil merebahkan kepala di atas bantal. Jari – jari lincah menyentuh layar. Kedua mata fokus agar mendapatkan skor tertinggi ( hal 2 )
            Nela adalah gadis cilik yang duduk di kelas 3 SD. Kalau sedang main gim dari tablet, Nela seolah tak ingat waktu hingga matanya terlihat merah
            Karena pritahatin, mama Nela sering membuatkan putrinya jus wortel. Mama Nela juga selalu menasehati, mengingatkan kalau main gim cuku 15 menit saja agar mata tidak terkena radiasi tapi Nela tak pernah mengindahkan nasihat mamanya, terus saja main gim berjam – jam sampai suatu hari kedua matanya pedih dan berair
            Di hari minggu, Nela berkenalan dengan Siska, gadis kecil yang jago bermain biola. Sayangnya, teman baru Nela ini tidak bisa melihat lagi. Kenapa ya?
            Temanku Istimewa, berisi 8 cerita tentang teman – teman istimewa. Teman yang kurang beruntung karena berkebutuhan khusus, tetap teman – teman tersebut memiliki kelebihan luar biasa. Ada Siska yang jago bermain biola, ada Dio yang bisu, tuli tapi suka sekali membaca, ada Hanif yang meski kakinya lumpuh tapi bisa membantu orang tuanya menyapu, mengepel bahkan bisa membuat eco brick dan banyak kisa inspiratif lainnya
            Kelebihan buku ini selain inspiratif, ilustrasi dan layoutnya cukup menawan. Mungkin akan lebih menarik jika disertai seputar ABK ( anak berkebutuhan khusus ). Terakhir, buku ini bisa dibaca anak – anak juga guru, orang – tua yang bersentuhan dengan anak – anak istimewa. Selamat membaca


                Peresensi : Sutono. Penulis lepas, pegiat literasi di Kab Tegal

Rabu, 10 Juli 2019

114 Kisah dari Al-Qur'an

                Judul  buku : 114 Al – Qur’an Stories
            Penulis : Vanda Arie
            Penerbit : Kanak, Buana Aksara, Jakarta
            Cetakan : Februari 2019
            Tebal : 200 hlm
            ISBN : 978 – 602 – 53478 – 1 – 8

                Suatu hari Luqman Al – Hakim bersama anaknya melakukan perjalanan dengan menaiki seekor keledai
                Saat mereka melewati sebuah pasar, orang – orang yang melihat Luqman dan anaknya berbisik – bisik, orang tua tak punya tenggang rasa. Ia enak – enak naik keledai anaknya dibiarkan berjalan kaki. Mendengar itu, Luqman menyuruh anaknya untuk naik ke atas keledai, kemudian Luqman menuntunnya
                Baru beberapa langkah, orang – orang di pasar kembali berkata, betapa kasihan orang tua itu. Ia berjalan kaki sedangkan anaknya enak – enakan duduk di atas keledai. Dasar anak tak tahu sopan santun. Mendengar itu, Luqman menghentikan keledai. Ia lalu naik di belakang anaknya. Bersama sama duduk di atas punggung keledai
                Rupanya, orang orang yang yang melihat tetap mencemooh, sungguh dua orang yang tak tahu belas kasihan. Mereka tega menyiksa keledai itu dengan menungganginya berduaan
                114 Al – Qur’an Stories, berisi kisah kisah, pengetahuan tentang Surah Al – Qur’an . Selain kisah Luqman Al Hakim , ada banyak sekali kisah menarik, seru dan patut untuk diteladani. Diantaranya, Kisah Isra Mi raj, Kisah Nabi Hud  A.S, Kisah Abdullah bin Mas’ud , Kisah Kesederhanaan Rasulullah, Keutamaan Surat Al-Mulk dan banyak lagi.
                Kelebihan buku ini, bisa digunakan orang tua dan anak. Selain itu, bahasanya mudah dimengerti, kaver dan ilustrasi setiap cerita yang menarik
                Catatan saya, jika ananda tercinta ingin membaca sendiri buku ini, ada baiknya didampingi ayah bundanya karena beberapa kisah hanya dialami orang – orang dewasa. Paling ideal sih, jika buku ini dijadikan bahan  ayah dan bunda, para pendidik untuk becerita sehingga bisa memilih tema yang pas dan sesuai. Selamat membaca



                Peresensi : Sutono, penulis lepas dan pembaca buku tinggal di Tegal

Buku bagus nih
 

Selasa, 25 Juni 2019

Arum, Alif dan Asmaul Husna

Judul Buku : Cinta Dalam 99 Nama-Mu
            Pengarang : Asma Nadia
            Penerbit : Republika Penerbit, Jakarta
            Cetakan : April 2018
            Tebal : 306 halaman
            ISBN : 978-6025-7340-52
                Arum gadis penyakitan. Ibunya seorang dokter terkenal, ayahnya pegawai lapas. Rutan. Meskipun berpenyakitan, Arum gadis yang berpendirian dan peduli pada anak-anak yang tak beruntung. Di apartemennya, Arum mengasuh anak-anak jalanan dengan latar belakang bermacam-macam. Dari yang balita hingga remaja. Dari yang berpenyakitan hingga anak yang punya kebiasaan yang menghawatirkan. Kepedulian Arum tentu ditentang mati matian sang ibunda. Beruntung Arum punya ayah memahami Arum, juga diasuh oleh Bi Nah yang sedari kecil mengenalkan Arum pada Asmaul Husna. Nama-nama yang indah dan baik milik Allah
                Alif, sejatinya pemuda yang baik. Tapi kematian ibundanya membuat Alif jadi pemuda pemberontak, peminum dan sedikit liar. Meski begitu, Alif selalu memegang nasihat mendiang ibunya agar memuliakan perempuan. Kalau Arum mengenal Asmaul Husna dari Bi Nah, Alif tahu nama-nama yang indah tersebut dari ibu dan sopir kepercayaan keluarganya. Alif makin terpuruk ketika ayahnya juga meninggal dunia
                Arum-Alif, keduanya dipertemukan di tempat ayah Arum bekerja, yakni penjara. Alif dipenjara karena kelicikan keluarga dari pihak ibunya dan Arum seperti biasa sedang mengadakan acara di sana. Ketika keduanya mulai saling memendam rasa cinta, Arum celaka karena orang orang yang menyimpan dendam kepada Alif.  Bagaimana kisah selanjutnya?
                Asma Nadia, telah menulis 55 novel yang sebagian besar bestseller. 10 diantaranya telah diangkat ke layar lebar. Jam terbang membuat novel Cinta dalam 99 Nama-Mu istimewa dalam menceritakan karakter para tokoh, alur dan konflik yang kuat
                Kelebihan lain, novel ini banyak bertabur kata kata yang menggugah dan inspiratif.
                Kalau setting rutan dan lokasi anak jalanan digali lagi, novel yang ditulis peraih tokoh perbukuan ini akan jauh lebih menggigit. Selamat membaca


                Peresensi : Sutono Adiwerna, Penulis Lepas, Ketua Forum Lingkar Pena Cabang Tegal

Resensi sederhana
 

Senin, 17 Juni 2019

Katakan Tidak Pada Korupsi

                Judul buku : Cermin Cahaya
            Penulis : Qoniah, Pipiek Isfani, Dian Nafi dkk
            Penerbit : Balai Bahasa Jawa Tengah
            Cetakan 1 : Oktober 2018
            Tebal : 390 Halaman
            ISBN : 978 – 602 – 52390 – 0 – 7

                Ketika pulang dari sekolah, Fariz mendapati sebuah bingkisan di meja makan. Karena penasaran, Fariz mengintip isi bingkisan itu. Air liur Fariz hampir menetes karena isi bingkisan itu, kue yang lezat dari toko kue terkenal pula
                Sayangnya, ketika Fariz hendak melahap kue tersebut, Fariz mendapati nama ibunya “ Istiqomah “ di kotak kue itu. Fariz ingat pesan ibunya untuk tidak boleh makan sembarangan dan harus meminta izin kepada ibu
                Dengan sabar Fariz menunggu ibunya yang bekerja sebagai Hakim pulang ke rumah. Sayangnya, ketika ibu pulang, Fariz tidak dibolehkan menyantap kue yang lezat itu. Kenapa ya?
                “ Kue Ibu “ adalah salah satu dari 50 cerita anak yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah ini. Pesan tersiratnya adalah mengenalkan, mengajarkan anak untuk tidak melakukan korupsi, penyuapan dan lainnya.
                Selain cerita bertajuk Kue Ibu ( Dian Nafi ) , ada puluhan cerita yang tak kalah seru, menarik, dan sarat pesan moral. Sebut saja di cerpen Harta Karun dari Kebun ( Lia Herliana ), Pelajaran Berharga  dari Desa ( Muhammad Fauzi ), Sahabat dari Surga ( Handry T. M ) dan lainnya .
                Kelebihan buku ini, selain tema yang beragam, sepertinya para penulisnya adalah para penulis cerita anak yang cukup berpengalaman sehingga sebagian besar cerita – cerita di buku ini mengalir dan enak dibaca
                Catatan saya, antologi cerita anak ini akan semakin menarik kalau di sertai ilustrasi, fontnya agak diperbesar sehingga nyaman dibaca oleh pembaca anak
                Terlepas tidak adanya ilustrasi, buku setebal 390 halaman ini sangat layak untuk dijadikan refrensi para pendidik, orang tua dan anak – anak yang sudah mahir membaca. Selamat membaca .


                Peresensi, Sutono Adiwerna.  Penulis Lepas, Pembaca Buku tinggal di Kab Tegal

cernak balai bahasa jateng
 

Senin, 10 Juni 2019

Aku Sayang Ibu

Judul buku : Cerita Ibu Sari
Pengarang : Alby Syafie
Penerbit : Tiga Ananda, Solo
Cetakan 1 : Agustus 2018
Tebal : 24 hlm
ISBN : 978 – 602 – 366 – 493 – 1

                Hari itu SD Taman Pelangi merayakan Hari Ibu. Semua murid diwajibkan mengenakan kostum sesuai dengan pekerjaan ibunya masing masing
                Vida yang tidak nyaman dengan kostumnya, mengajak Sari yang kebetulan duduk di sebelahnya untuk bertukar kostum
                Untungnya, beberapa saat setelah bertukar kostum Vida dan Sari menyadari hal tersebut menandakan mereka tidak saying dan menghormati ibu mereka
                Satu persatu siswa  SD Taman Pelangi bercerita tentang  kostum yang dipakainya
                Saat giliran Vida, Sari dan semua tamu bertepuk tangan ketika Vida menyerahkan bunga kepada Bu Yasmin
                Sari yang mengenakan kostum kuli panggul dengan percaya diri bercerita profesi ibunya seperti halnya teman – teman yang lain
                Apa saja yang diceritakan Sari sehingga semua tamu di aula SD Taman Pelangi jadi hening dan sunyi?
                Cerita Ibu Sari dikemas dengan bentuk cerita bergambar. Ditulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami pembaca anak
                Kelebihan lain buku ini, kertasnya tebal dan luxs, ilustrasinya cantik dan menawan. Nilai plus lainnya, dengan membaca buku ini, pembaca anak diharapkan bisa  belajar tentang moral, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta mampu mengendalikan emosi
                Buku ini bisa jadi teman yang aman untuk putra putri tercinta kita. Bisa juga dikoleksi orang tua, para  pendidik sebagai refrensi untuk bercerita kembali kepada putra putri tersayang. Selamat membaca



                Perensi buku : Sutono Adiwerna, penulis lepas, pembaca buku, aktivis literasi

Tiga serangkai

Senin, 27 Mei 2019

Penyesalan Doro

Judul Buku : Akibat Kesombongan Doro
Penulis : Ririn Astuti Ningrum
Penerbit : Tiga Ananda, Solo
Cetakan tahun : Februari 2019
Tebal : 36 Halaman
ISBN : 978-623-206-027-2

                Doro adalah seekor burung merpati batu. Bulunya cantik sekali. Ia tinggal di pagupon yang nyaman
                Di dekat pagupon yang nyaman itu, tinggal pula hewan – hewan yang lain seperti burung pipit, burung jalak dan burung kenari. Ada juga Wawa si kelelawar. Di tengah meraka hidup pula Tupi, si tupai
                Selain punya bulu yang indah, Doro pun jago terbang. Doro pernah menjadi pemenang lomba terbang. Kelebihannya itu tidak membuat Doro bersyukur tapi menjadikan Doro sombong. Karena pada saat lomba terbang Wawa tidak ikut, Doro bertekad mengajak Wawa berlomba terbang
                Ketika sampai di rumah Wawa, Doro terkejut melihat Wowo sedang tidur. Tubuh Wawa menggantung di ranting pohon yang menjadi sarangnya
                “ Hai pemalas ! Ayo kerja “ kata Doro
                “ Ada apa ? “ Tanya Wawa yang masih mengantuk
                “ Aku, mau menantangmu lomba terbang ! “
                Wawa menyanggupi permintaan Doro asalkan wakunya malam hari
                Pada saat lomba, Wawa dan Doro segera melesat ke angkasa. Wawa dengan lincah melesat, meliuk – liuk diantara pepohonan tanpa menabraknya. Tapi tidak dengan Doro. Karena malam gelap,Doro menabrak batang pohon kelapa
                “ Aduhh, sakit “ pekik Doro. Apa yang terjadi selanjutnya? Mengapa Wawa si kelelawar bias terbang tanpa hambatan di malam gelap?
                Akibat  Kesombongan Doro, adalah satu judul dari seri Fabel Sains. Kelebihan buku ini, bahasanya cair, mengalir dan mudah dipahami pembaca anak. Selain itu, ilustrasinya juga menawan plus dapat menambuhkan karakter yang baik bagi pembaca anak
                Kelebihan lainnya, buku ini bisa jadi sarana orang tua, para pendidik untuk mengenalkan sains dengan cara yang menyenangkan
                Akibat kesombongan Doro, layak menjadi koleksi di rak buku siapa saja terutama  putra dan putri tercinta di rumah. Selamat membaca


            Peresensi, Sutono Adiwerna. Pegiat literasi, pembaca buku tinggal di Kabupaten Tegal. Telah menulis di berbagai media massa, baik fiksi maupun non fiksi

Buku Tiga Serangkai
 

Rabu, 22 Mei 2019

Lokalitas di Kumcer Kasur Tanah

Judul buku : Kasur Tanah
                Pengarang : Muna Masyari dkk
                Penerbit : Penerbit Buku Kompas
                Cetakan : 2018
                Tebal : 202 halaman
                ISBN : 978-602-412-416-8
                Embu menikah dengan lelaki tua. Cinta pertama embu kandas karena status social dan tradisi perjodohan
                Menjelang  embu lahir, kakek tidak punya biaya terpaksa meminta tolong kepada lelaki yang sudah memiliki tiga istri itu untuk  membiayai kelahiran embu  ke dunia. Karena tidak mau menanggung utang budi, kakek menjodohkan embu yang masih bayah merah  dengan lelaki tua itu
                Embu yang perawan desa mengorbankan cintanya dan menikah dengan lelaki tua itu. Ketika lelaki tua itu meninggal, embu yang menjanda di usia muda tak tergoda untuk menikah lagi
                Waktu merambat cepat. Anak embu, Bhing sudah besar
                “ Sekarang kau sudah besar. Sebelum mati, aku ingin melihatmu menikah “
                Embu yang jatuh sakit, diduga diteluh laki – laki yang cintanya ditolak embu. Embu mendesak Bhing untuk mengenalkan laki laki yang selama ini dicintai Bhing
                Begitu tahu lelaki yang dicintai anaknya adalah Keh Sadulah, cangkir di tangan embu terlepas dan terjatuh. Cangkir yang hendak dijadikan sortana  itu berkepeng  di lantai.
                Siapakah Keh Sadulah tersebut ?
                Kasur Tanah, merangkum 21 cerpen pilihan Kompas 2017. Selain Muna Masyari ada banyak maestro cerpen menulis di buku ini. Sebut saja, Putu Wijaya, Ahmad Tohari, Budi Dharma, Triyanto Triwikromo, Agus Noor, Djenar Maesa Ayu dan masih banyak lainnya
                Kelebihan kumpulan cerpen ini adalah sebagian cerpen mengangkat lokalitas. Lokalitas yang ditulis, dituturkan dengan kuat bukan hanya sekedar tempelan. Sebut saja cerpen Kasur Tanah ( Muna Masyari ), Mbah Dlimo ( A Mutaqqin ), Rumah Batu dan Kakek Songkok  ( Lina PW ) dan tentu saja Paman Klungsu- nya si Ronggeng Dukuh Paruk ( Ahmad Tohari )
                Kelebihan lain, kesemua cerpen dilengkapi dengan ilustrasi yang aritstik nan menawan

                Kasur Tanah, sangat sayang untuk dilewatkan terutama bagi para pecinta sastra cerpen . Selamat Membaca

isinya bagus bagus

Selasa, 21 Mei 2019

Fabel dan Nilai Kebaikan


Judul  Buku : Kisah Indah dari Padang Rumput
            Penulis : Shabrina Ws.
            Penerbit : Bintang Kelas, Surakarta
            Cetakan : Maret, 2018
            Tebal buku : 160 hlm
            ISBN : 978-602-51135-0-5          

                Gazelle dan keluarganya  tinggal di Padang Rumput Serengiti, Tanzania, Afrika.
                Bertahun tahun para penghuni Padang Rumput Serengiti hidu damai. Mereka juga punya kebiasaan membagikan beberapa makanan untuk kelompok Gnu. Para Gnu lewat saat bermigrasi pada musim kering
                Biasanya, ibu Gazelle menyiapkan sepetak ladang khusus untuk tamu mereka. Ibu Gazella juga sangat sibuk jika menyambut rombongan Gnu
                Keadaan mulai berubah ketika ibu Gazelle meninggal. Musim kemaru yang panjang membuat persedian makanan keluarga Gazelle semakin menipis
                Suatu hari, rombongan Gnu pertama lewat. Gazelle ingin sekali memberi makanan seperti yang selalu dilakukan ibu Gazelle. Tapi karena persedian makanan keluarga Gazelle yang menipis membuat saudara saudara Gazelle melarang Gazelle membantu rombongan Gnu. Dengan terpaksa Gazelle meminta maaf kepada rombongan pertama Gnu yang lewat karena tidak bisa memberi makanan seperti biasanya
                Malam harinya Gazelle tidak bisa tidur. Gazelle ingat, ibunya pernah bercerita tentang seorang yang membagikan makanan untuk tamunya. Namun, makanan itu tidak berkurang justru bertambah. Ba
gaimana kisah selanjutnya?
                Kisah Indah selain memuat cerita berjudul Gazelle dan Pucuk Daun Segar, ada banyak kisah kisah dari negeri padang rumput seperti, Kiang Ladakh dan Puisinya, Babun Zaetun yang Bingung, Keledai dan Usahanya, Singa Tua, Landak dan Bunga Saguaro dan kisah kisah lainnya yang tak kalah menarik.
                Kumpulan kisah binatang ini ditulis dengan bahasa yang indah namun mudah dipahami pembaca, termasuk pembaca anak.
                Kelebihan lain buku ini, kisah kisahnya menyentuh hati, ilustrasinya menawan, dilengkapi kolom Fakta Unik plus lembar aktivitas  untuk mewarnai dan lainnya
                Catatan saya, andai lembar aktivitasnya di sisipkan di setiap cerita bukan di halaman halaman terakhir, buku ini akan lebih menarik karena pada dasarnya semua anak anak adalah aktif.
                Terakhir, Fabel sangat efektif menyampaikan nilai nilai kebaikan seperti mengatasi ketakutan, rasa benci, kegagalan hingga rasa kehilangan seperti kisah kisah yang ada pada buku ini. Selamat membaca
               
            Peresensi : Sutono Adiwerna, penulis lepas, Ketua FLP Cabang Tega

Serunya beli buku-buku seken

 1. Buku yang kita dapatkan original dengan harga terjangkau. 2. Pernah mendapatkan buku yang edisi PO, ada tanda tangan penulisnya. 3. Pern...