Oktober 2019, buku saya terbit. Buku bertajuk Rahasia Bang Udin ini berisi 13 cerita anak yang sebagian besar pernah dimuat di media baik lokal maupun nasional. Kumcernak ini terbit di sebuah penerbit indie di Banjar Baru. Meski indie, penampakan buku terbitan Zukzes Ekprez ini tak kalah keren dengan penampakan buku - buku yang edar di toko toko buku. Selain kaver, jilid rapih, layoutnya juga menawan. Hehe
Tapi karena sebagai penulis, saya tak hendak menceritakan kelebihan dan kekurangan buku saya ini, pamali katanya. Yang saya ingin catat di sini, buku ini membawa keajaiban bagi saya pribadi. Why? berkah buku ini, saya ngerasain jadi pemateri di pelatihan menulis online, buku saya diresensi di koran diresensi oleh raja resensi pula. Selain itu, buku ini disukai anak -anak yang kebetulan membaca buku ini. Alhamdulillah ya
Selasa, 11 Februari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Berteman dengan teman spesial
Judul : Temanku Istimewa
Penulis : Arinda Shafa dan Wahyu Widyaningrum
Penerbit : Tiga Ananda, Solo
Tahun terbit : April 2019
Tebal : 60 hlm
ISBN : 978-623-206-127-9
“
Yes ! sudah 30 level ! pekik Nela bersemangat. Ia bermain gim sambil merebahkan
kepala di atas bantal. Jari – jari lincah menyentuh layar. Kedua mata fokus
agar mendapatkan skor tertinggi ( hal 2 )
Nela
adalah gadis cilik yang duduk di kelas 3 SD. Kalau sedang main gim dari tablet,
Nela seolah tak ingat waktu hingga matanya terlihat merah
Karena
pritahatin, mama Nela sering membuatkan putrinya jus wortel. Mama Nela juga
selalu menasehati, mengingatkan kalau main gim cuku 15 menit saja agar mata
tidak terkena radiasi tapi Nela tak pernah mengindahkan nasihat mamanya, terus
saja main gim berjam – jam sampai suatu hari kedua matanya pedih dan berair
Di
hari minggu, Nela berkenalan dengan Siska, gadis kecil yang jago bermain biola.
Sayangnya, teman baru Nela ini tidak bisa melihat lagi. Kenapa ya?
Temanku
Istimewa, berisi 8 cerita tentang teman – teman istimewa. Teman yang kurang
beruntung karena berkebutuhan khusus, tetap teman – teman tersebut memiliki
kelebihan luar biasa. Ada Siska yang jago bermain biola, ada Dio yang bisu,
tuli tapi suka sekali membaca, ada Hanif yang meski kakinya lumpuh tapi bisa
membantu orang tuanya menyapu, mengepel bahkan bisa membuat eco brick dan
banyak kisa inspiratif lainnya
Kelebihan
buku ini selain inspiratif, ilustrasi dan layoutnya cukup menawan. Mungkin akan
lebih menarik jika disertai seputar ABK ( anak berkebutuhan khusus ). Terakhir,
buku ini bisa dibaca anak – anak juga guru, orang – tua yang bersentuhan dengan
anak – anak istimewa. Selamat membaca
Peresensi :
Sutono. Penulis lepas, pegiat literasi di Kab Tegal
Sabtu, 16 November 2019
Gara - Gara Rujak
Hai pembaca pojok baca, jumpa lagi ya. Kali ini saya mau posting kisah lucu Jon Koplo yang saya tulis dan dimuat di rubrik Ah Tenane, Solopos. Selamat membaca ya
“ Bu ini rujak buah beli di Pak
Drajat? “ tanya Jon Koplo. Jam dinding di
ruang tengah menunjukan pukul 11 siang
“ Inggih. Tadi Pak Drajat kebetulan lewat
depan rumah “ jawab Lady Cempluk, isteri Jon
“
Tak makan saiki ya Bu? “
“
Sebentar lagi jumatan. Apa makan rujaknya nggak sepulang dari masjid saja?
Bapak kan tahu sendiri, sambal rujaknya Pak Drajat ekstra pedas”
“ Tapi kelihatannya enak dan seger banget. Tak
makan sekarang ya Bu”
“
Nggih Pun “ Akhirnya Lady menyerah
Tak
lama kemudian, rujak buah itu pun tandas dilahap Jon Koplo. Bahkan, Lady
Cempluk yang beli pun tidak disisai
***
Jon
tiba di masjid At’Takwa bersamaan dengan khotbah jumat dimulai. Selesai sholat
sunah, Jon mendengarkan tausiah dengan seksama. Disaat khusuk mendengarkan
khotbah, tiba – tiba perut Jon melilit – lilit. Awalnya, Jon berusaha menahan
sakit perutnya karena tidak ingin melewatkan khotbah jumat yang disampaikan
Ustad Tom Gembus
Tapi
karena perutnya semakin lama semakin sakit, mulas, Jon akhirnya memutuskan
untuk ke toilet masjid. Ternyata, efek sambal rujak yang super pedas itu,
membuat Jon mendekam cukup lama di toilet
Setelah
selesai dari toilet, Jon ke tempat wudhu yang
letaknya tak jauh dari toilet. Selesai bersuci, ketika Jon hendak ke
tempat saf nya semula, ternyata para jamaah sudah berhamburan meninggalkan
masjid. Karena malu, Jon akhirnya memutuskan ke toilet lagi untuk bersembunyi
Jon..jon
yang ketika jamaah lain baru selesai
jumat, kamu baru selesai buang hajat.
NB..gambar Jon Koplo diambil dari internet
Kamis, 07 November 2019
Belajar dari Boy Candra
Apakabar teman - teman setia blog Pojok Baca? semoga selalu dalam lindungan Allah ya. Aamiin. Kali ini saya akan cerita tentang pengalaman ketemu penulis hits Boy Candra. Tahukan? intip yuk..
Tahu nama Boy Candra sudah lama. Tepatnya pas suatu hari ke Gramedia Tegal rak - rak best seller yang biasanya di dominasi Tere Liye, Andrea Hirata, Asma Nadia, Raditya Dika, A Fuadi tiba - tiba tempat itu direbut seorang penulis bernama Boy. Boy Candra
Meski begitu, saya belum tergerak untuk membaca karya - karya penulis kelahiran 11 november 1989 ini. Entah kenapa? saya juga nggak tahu. He..he..
Waktu berselang, saya mengikuti akun Boy di Instagram juga di Twitter. Hal ini yang kemudian membuat saya tahu kalau Boy hendak mengadakan acara meet and greet di Gramedia Tegal, gratis pula..
Beruntung, sabut sore sebelum hari H, saya mendapat salah satu karya Boy yakni Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai. Selain bahan untuk mempelajari isinya, bisa juga bahan buat foto bareng. Haha
Minggu siang, saya sampai di Rita Mall. Di sana, panitia yang didukung penerbit Mediakata sedang melakukan persiapan seperti mendesain tempat, cek sound dan lainnya
Setengah dua siang, saya mulai registrasi sebagai peserta sekaligus buat nomor antri foto bareng penulis 16 buku yang sebagian bestseller tersebut.Saya down dari sekian puluh yang registrasi, peserta yang datang didominasi mahkluk berjilbab. Abg- Abg pula. Untungnya saya berusaha cuek sambil baca buku dan sesekali menengok laman media sosial
Tepat jam 2 siang acara dimulai dengan akustikan oleh solois Rizal Saputra. Ketika Boy muncul dihadapan pembacanya, sebagian besar histeris ( kecuali saya dong ). Tapi histeris elegan. What? iya mereka teriak - teriak haa haaa saja. Coba kalau fansnya Afgan atau Gino Abraham pasti pada meringsek ke depan untuk peluk, cubit atau tindakan berani lainnya
Finaly, Boy ke depan dan saya mendapat banyak pelajaran dari dia. Saya catat sebagian ya, semoga bermanfaat
1. Bagi saya pembaca saya lebih pintar. Jadi, kalau saya salah boleh diluruskan
2. Pembaca buku - buku saya adalah pembaca, teman bukan fans. Fans bagi saya konotasinya negatif
3.. Tulis yang kamu pahami dan ingin kamu dalami
4. Setiap manusia berproses. Dulu, saya menulis aku dengan Q. hehe
5. Boy Candra pernah ditolak 7 penerbit sebelum akhirnya menulis 16 buku yang sebagian besar penjualannya laris
6. Yang susah itu membangun psikologi pembaca
Pembaca pojok baca, segini dulu ya. Doakan agar bisa terus menulis di sini
by Sutono Adiwerna, Penulis lepas, tinggal di Tegal. Foto dari internet
Senin, 28 Oktober 2019
Kisah Seru di Semaya
Saat dinyatakan lolos kelas inspirasi Pemalang 3, saya langsung dimasukan ke grup WA, Rombel SD N 2 Semaya. Seperti biasanya di grup tersebut diadakan vimeet untuk bahas persiapan - persiapan menjelang hari inspirasi
Tanggal 25 oktober, sore, saya bertolak dari rumah jam 3 sore. Sampai di halte jurusan Tegal - Pekalongan, sembari nunggu bus Santoso saya baca buku, buka hp nggak terasa sudah 30 menit menunggu, Santoso nggak datan - datang. Karena penasaran, saya iseng nanya ke mba mba penjual rokok tak jauh dari halte. Ternyata, Santoso yang ke Randudongkal cuma sampai jam 3 sore. So jadilah saya pakai bus besar ke Pemalang baru sambung ke Dongkal. Beruntung sampai di terminal Pemalang dapat bus jurusan Pemalang - Purwokerto pemberangkatan terakhir walau tarifnya agak mahalan😁
![]() |
| Add caption |
Singkat kata, saya bertemu dengan teman - teman relawan SD Semaya 2, Kak Bambang, Kak Janah, Kak Pangestu, Kak Arman, Kak Fardanto dan lain lain. Seperti biasa, sebelum istirahat kita gunting - gunting dan persiapan lainnya
Pas Hari H, saya ngajar di 3 kelas yakni kelas 2, Kelas 5 dan Kelas 6. Secara umum saya bahagia. Tapi yang paling berkesan dengan kelas 5. Why? Kelas 2 seperti biasa lebih banyak tepuk - tepuk, nyanyi - nyanyi, mengenalkan profesi penulis harus ekstra keras. Di kelas 6, biasanya saya eksaitid, tapi entah kenapa di SD Semaya mereka kesannya kok materinya gini aja? Giliran saya ngasih materi, latihan agak serius mereka bilang capek Kakk. Di kelas 5, anaknya maniz maniz, mereka juga antusias, aktif sampai sebelum pulang mereka pada teriak teriak kecil Pakdeee
Jam 2 siang saya beranjak pulang. Terimakasih kakak relawan SD Semaya 2, terimakasih panlok KI Pemalang 3. Semoga lelah kita bernilai ibadah ya..
NB. Foto - foto Kak Fardanto, Kak Bambang
Selasa, 08 Oktober 2019
Selamat Jalan Eyang Habibie. Selamat Jalan Ibu Hj Ida Laila
Apakabar pemirsah Pojok Baca tercinta? semoga selalu dalam keadaan baik dan bahagia ya. Aamiin
Gaes, sebenarnya ingin sekali memposting di label Obituari saat Eyang Habibie dan Hj Ida Laila wafat. Tapi baru sekarang sempat. Maaf ya..
Eyang Habibie meninggalkan duka bagi siapa saja di seluruh rakyat Indonesia kenapa? karena selain beliau mantan Presiden, beliau juga pernah menjadi menristek bertahun tahun, menciptakan pesawat, cendekiawan muslim yang juga penulis buku juga. Di postingan ini, saya mengingatkan agar kita menyempatkan mengirim doa agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt.. Alfatiha
Ibu Hj Ida Laila pedangdut legendaris sejak tahun 1960an. Beliau pernah berduet dengan penyanyi S Achmadi, Mus Mulyadi dll. Hits makernya Sepiring Berdua, Suara Hati, Bunga Dahlia dan masih banyak lagi. Di akhir karirnya, Hj Ida Laila lebih sering bernyanyi kasidah. Kalaupun dangdut, liriknya ke relegius sebut saja lagu Munafik, Siksa Kubur dll
Eyang Habibie, Hj Ida Laila telah tiada, tapi karyanya tetap tersimpan di hati kita. Semoga
Gaes, segini dulu ya, semoga kapan - kapan bisa nulis lagi..see you
notes : foto dari internet
Senin, 16 September 2019
10 Nasehat agar kita tidak terjerumus dalam lembah maksiat
Nasihat 1. Menyadari keburukan, kehinaan dan rendahnya perbuatan maksiat
Nasihat 2. Merasa malu pada Allah
Nasihat 3. Senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mu dan mengingat - ingat perbuatan baik-Nya kepadamu
Nasihat 4. Takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya
Nasihat 5. Mencintai Allah
Nasihat 6. Menjaga kemulian dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikan
Nasihat 7. Memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditinggalkan
Nasihat 8. Menghapus buaian angan - angan semu
Nasihat 9. Menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian
Nasihat 10. Kokohnya pohon keimanan yang tertanam kuat di hati
Nasihat 2. Merasa malu pada Allah
Nasihat 3. Senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mu dan mengingat - ingat perbuatan baik-Nya kepadamu
Nasihat 4. Takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya
Nasihat 5. Mencintai Allah
Nasihat 6. Menjaga kemulian dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikan
Nasihat 7. Memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditinggalkan
Nasihat 8. Menghapus buaian angan - angan semu
Nasihat 9. Menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian
Nasihat 10. Kokohnya pohon keimanan yang tertanam kuat di hati
Selasa, 03 September 2019
Kisah dari Kelas Inspirasi Purwokerto 3
Tanggal 30 agustus jam 14.30, dengan kereta api Kamandaka saya menuju Purwokerto dalam rangka menjadi relawan kelas inspirasi di sana
Jam 16.04 saya tiba di stasiun Purwokerto. Di sana saya bertemu relawan lain yang sudah berkumpul di masjid dekat stasiun.
Berkat bantuan panitia kami dijemput agar bersama sama menuju pendopo kecamatan Banyumas tempat sekretariat kami. Nah, di dalam mobil ini, saya baru tahu kalau SD tempat mengajar kami di Desa Pasinggangan tak jauh dari kasus pembunuhan 4 orang yang pelakunya masih keluarga dan baru terkuak setelah 5 tahun...hiii
Malam harinya kami menyiapkan apa saja buat ngajar besok
Jam 7 pagi kami tiba di SD Pasinggangan 5 setelah melalu jalan naik turun selama 30 menit.
Ketika sampai di sana, anak anak menyambut kami dengan bersalaman. Setelah sambutan kepala sekolah, ice breaking, nyanyi indonesia raya dll kami pun roling mengajar, mengenalkan profesi dari satu kelas ke kelas yang lain dan sambutan antusias. Semua fun. Alhamdulillah..
Meski di balik bukit, prestasi SD Pasinggangan 5 moncer terbukti pialanya bejibun. Perpusnya ada majalah bobo, buku buku anak macam KKPK dan picbook karya teman teman penulis anak juga melimpah
Kisah sedihnya gak kebagian tiket kereta, naik bus macetnya minta ampun. Badan seperti remuk redam
Rabu, 21 Agustus 2019
Tiga Jam Bersama Bumi Manusia
Di hari kemerdekaan saya memutuskan untuk menonton Bumi Manusia. Sebelum ke Tegal, saya gogling jam yang aman, jam yg terutama tidak mengganggu salat. Cek di GMC, Transmart, dan CGV pasifik. Nah yg aman adalah di pasific jam 12.30. why? Karena bocorannya 3 jam.. film terpanjang, bersaing dengan filmnya Arifin C Nor, film G 30 S. 😀
Karena hari kemerdekaan, ketika film belum dimulai, penonton yg full seat diminta berdiri menyanyikan Indonesia Raya.. Alhamdulillah
Film dibuka dengan suara berat, khas Om Iwan fals..kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati, air matanya berlinang, mas intan yg terkenang
Usai suara Om Iwan, giliran Iqbal alias Minke bernarasi. Gila, Iqbal yang menurutku jawa banget..
Menit menit pertama, datar apalagi pas Minke bangun kesiangan hingga tiba di rumah Annelis.
Beruntung, selanjutnya menurut saya adegan adegan selanjutnya greget. Dari mulai Minke dipecut ayahnya ( doni damara ), minke minta maaf sama ibunya ( ayu laksmi ) dll. Yg paling menguras emosi tentu saja drama di pengadilannya ( satu tentang pembunuhan ayah anne, satunya hak perwalian anne )
Jujur, baru baca karya Eyang Pram yg Cerita dari Blora waktu SMA dan Calon Arang. You know? Di rumah, saya ngoleksi hmpir 700 buku tapi gak ada yg punya eyang pram..terlalu ya?
Hal ini menguntungkan saya sehingga bisa nonton dengan nyaman. Setting, kolosalnya megah banget. Bravo mas hanung🙏
Akting Si Dewi Selebriti ( ketahuan umurnya ) Ine Febrianti menurut saya juara banget. Iqbal yg berada dibayang bayang Dilan, juga lumayan berhasil paling suka waktu Minke minta maaf sama ibunya ketika pertama kali pulang ke rumah.
Ohya menurut saya lagi, Iqbal brilian dia bisa bahasa Belanda, Basa Jawa, Bahasa Inggris dalam satu film
Pesan pesan di film yg mungkin tak sempurna bagi sebagian orang, buanyak banget. Yg paling mengesankan, Berbahagialah orang yg hidup dari keringatnya sendiri, satu satunya senjata adalah pena, saya harus mengisinya dengan tinta darah dll
Film ini 3 jam puncak konfliknya berkali kali.Terakhir, semua penonton pulang hingga kridit title yg diiringi om iwan, once dan novelis fiersa besari. Satu lagi, meski yg nonton banyak abg abg nya tapi mereka gak brisik neriakin iqbaaaalll. Penonton tegal keren pokoke😀😁
Jumat, 16 Agustus 2019
Penyesalan Awan
Ibu masih duduk di tepi ranjang
besi tua tempat Wak Tayo terbaring ketika aku hendak berpamitan untuk pergi nonton film dengan
Lina, cewek tercantik, terpopuler di SMA Tiga
“ Bu Awan pergi dulu ya ! “
pamitku dengan perasaan tak enak
“ Kamu nggak kasihan sama
Uwakmu? Kalau ada apa – apa dengannya bagaimana? “ ujar Ibu pelan,
matanya sembab
“ Ibu lebai deh. Kan ada Ibu, ada Mas Memet. Ibu juga bisa kan telpon
atau sms jika terjadi sesuatu dengan Uwak “ sentakku
“ Ya sudah kalau begitu. Hati –
hati ! pulangnya jangan terlalu larut ya ! “ kata Ibu akhirnya, mengalah
***
Sudah beberapa minggu ini, Wak Tayo sakit dan tidak
bisa ke mana - mana selain berbaring di ranjang besi using di ruang tengah. Kami sudah membujuknya pergi periksa ke dokter tapi Wak Tayo menolak. Dalihnnya, karena tidak ingin merepotkan kami bertiga
Uwak Tayo adalah kakak ibuku.
Kata ibu, Wak Tayo tidak bisa melihat sejak dia masih kecil. Masih kata ibu, Wak Tayo kecil waktu itu mandi di sungai, tanpa disadari
mata kecil nan suci nya kemasukan air kencing
blentung sehingga sampai sekarang
tidak bisa melihat dunia. Meski tidak bisa melihat, Wak Tayo tidak mau
menggantungkan diri pada nenek, juga pada ibuku. Dia bisa memanjat pohon kelapa,
mengasah pisau – pisau dan gaman para
tetangga, membuat sapu lidi. Sapu lidi
bikinan Wak Tayo, terkenal tahan lama dan tidak mudah rusak. Singkatnya, Wak Tayo punya mata
lain yang membuat dia tak pernah kesulitan pergi ke mana – mana
Kami terutama aku kecil, berhutang banyak pada Wak Tayo. Ketika lelaki
yang aku panggil bapak pergi meninggalkan kami demi perempuan lain, Wak Tayo
jadi pahlawan kami. Wak Tayo sering memberi aku dan Mas Memet uang jika ibu sedang tidak punya uang
sepeserpun
***
Malam itu aku dan Lina menonton
fillm remaja yang ceritanya begitu romantis. Sepanjang film
berlangsung, tangan kami bertautan seolah tak terpisahkan. Aku begitu bahagia
karena berhasil mendapatkan hati Lina. Sepanjang film juga, HP sengaja aku
matikan demikian juga HP Lina
Dua jam kemudian, setelah film
usai, aku mengantar Lina pulang ke rumahnya tanpa kembali mengaktifkan HP terlebih dahulu.
Motor matik kesayanganku melaju membelah malam menuju rumah Lina kekasihku
Entah kenapa di sepanjang jalan,
penyesalan, perasaan
tidak enak tiba – tiba datang menyusup
Memoriku terlempar saat aku
masih kecil. Aku kecil, sering diajak
Wak Tayo pergi ke ladang mencari kupu – kupu dan kumbang, aku kecil juga selalu
menunggu Wak Tayo pulang membawa telur bebek pemberian Bu Haji yang biasa
menyuruh Wak Tayo bersih – bersih taman atau mengasah pisau – pisau Bu Haji
yang kebetulan punya kios daging di Pasar Trayeman. Aku juga ingat ketika
kecil, Uwak Tayo selalu melindungi jika ada teman – teman ku yang nakal
meledekku tidak punya bapak
Karena rasa sesal dan perasaan tak enak itu, begitu Lina sampai di
rumahnya, aku menambah laju kecepatan motor matik kesayanganku
Ketika perasaan tak enak itu tak
kunjung hilang, sepanjang jalan aku berzikir menyebut nama Allah, berharap perasaanku tenang kembali. Aku
bukan laki – laki cengeng. Tapi entah mengapa malam itu air mataku menetes satu
satu
Begitu sampai di rumah, aku
terkejut demi mendapati rumah sederhana
kami sudah ramai. Banyak tetangga berkumpul. Samar – samar aku mendengar
lantunan ayat suci. Dengan buru – buru, aku memarkir motor dan segera
menghambur ke dalam rumah. Kepalaku mendadak berat, tubuhku mendadak seringan
kapas di hadapan tubuh kaku Wak Tayo yang sudah ditutupi kain jarik milik ibu, mataku
berkunang – kunang sebelum akhirnya tubuhku ambruk tak sadarkan diri
Tentang
penulis : Sutono Adiwerna adalah penulis cerma dan cernak tinggal di Tegal. Cerpen cerpennya
pernah dimuat di Minggu Pagi, Cempaka, Radar, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka
dan lain – lain. Selain penulis, Sutono juga guru eskul kepenulisan dan pegiat
literasi
Rabu, 07 Agustus 2019
Sugeng tindak Mbah Moen
Pertama melihat berita beliu wafat, jujur perasaan saya biasa saja. Mungkin karena saya nggak pernah tahu rasanya menjadi santri di ponpes, bisa jadi juga karena belum pernah bergabung dengan ormas NU baik IPNU maupun GP Anshor. Bisa jadi juga karena saya pribadi belum pernah melihat, mendengar tausiah beliau baik langsung maupun dari media massa baik cetak maupun elektronik. Meski begitu, saya beberapa kali share nasihat beliau dalam bentuk gambar di medsos.
Ulama Kharismatik meninggal, dan kamu nggak merasa kehilangan? menyedihkan, keterlaluan. Batin saya bicara.
Entah bagaimana muasalnya, saya membuka Intagram. Pertama yang nampak di IG saya, postingan Gus Yasin Wagub Jateng sekaligus putera beliau. Hati saya mulai basah. Saya tarik ke bawah, saya melihat postingan Gus Miftah, Pak Hanif dll. Mata saya mulai basah. Saya tergugu ketika melihat postingan Gus Mus. Dari sana, saya meliahat Mbah Moen bilang begini "Dungo kulo sakniki namung diparingi khusnul khotimah"
Saya bengong gak tahu harus bilang apa, lama. ketika melihat postingan Ustad Yusuf Mansyur ketika beliau ( Mbah Moen ) menyentuh Hajar Aswad, sebelum akhirnya beliau wafat di Makah
Sugeng Tindak Mbah Moen, kami kehilangan dan kami harus belajar mengikhlaskan engkau pergi selamanya.
NB..gambar dari internet
Langganan:
Postingan (Atom)
Serunya beli buku-buku seken
1. Buku yang kita dapatkan original dengan harga terjangkau. 2. Pernah mendapatkan buku yang edisi PO, ada tanda tangan penulisnya. 3. Pern...
-
Tahukan majalah Bobo? majalah anak legendaris yang kini sudah berusia 50 tahun. Dari awal terbit hingga sekarang masih menerima cerita baik ...
-
Apakabar pembaca tercinta? semoga selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin Kali ini ijinkan saya mengucapkan turut berduka cita atas wa...













