Judul Buku : Aku Sehat Tubuhku Kuat, Prestasiku Hebat
Penulis : Ririn Astuti Ningrum
Penerbit : Gema Insani, Depok
Cetakan : Oktober 2020
ISBN : 678-602-250-838-0
Saat sarapan, Jeha makan sangat banyak, sambil berdiri dan sedikit minum. Akibatnya, di kelas Jeha kebelet buang air besar. Saat di toilet, Jeha susah buang air besar. Juga saat pipis Jeha tidak menyiram. Menjelang magrib, Jeha juga makan donat besar padahal sudah adzan.
Akibatnya, saat salat di masjid, Jeha buang angin tak sengaja.
Komik aku sehat, tubuhku kuat, prestasiku sehat berisi komik-komik edukatif perihal sehari-hari Jeha, Meca, Umma dan Abba.
Dalam komik komik Jeha oh Jeha, pembaca anak diingatkan agar makan secukupnya, menjaga kebersihan.
Selain Jeha oh Jeha, ada beberapa cerita yang tak kalah seru. Seperti, berani khitan, surga di rumah nenek dan jamur berlian.
Buku ini cocok dibaca siapa saja. Terutama anak-anak muslim.
Kelebihan buku ini, dilengkapi pojok ayat, info covid juga buklet teka-teki silang. Pokoknya keren deh. Selamat membaca ya.
Jumat, 06 November 2020
SEHAT ALA ROSULULLAH.
Senin, 20 Juli 2020
Selamat Jalan Eyang
19 Juli sekitar pukul 9 pagi lebih, saya membuka FB. Mata saya terbelalak melihat postingan Grup Negeri Poci. Di sana, Pak Kurniawan Junaedi memposting kalau Eyang Sapardi telah wafat setelah berjuang melawan sakit, di rumah sakit. Selamat jalan Prof, karyamu abadi. Di bawah ini, ada puisi beliau yang layak kita kenang, kita renungkan.
Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti,
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti,
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini.
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini.
Kau akan tetap kusiasati,
pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.
pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.
Selasa, 07 Juli 2020
Ketika Ibu Clara Tiada
Judul : Kasih Sejuta Bunda
Pengarang : Lisma Laurel,
S Gegge Mappangewa
Penerbit : Indiva Media
Kreasi, Solo
Cetakan 1 : April 2020
Tebal : 144 halaman
ISBN ; 978-623-253-000-3
Clara sedih.
Setelah ibunya meninggal seminggu yang lalu, ia berangkat ke sekolah sendirian.
Tidak hanya itu, kepangan rambutnya juga diledek teman – temannyal. Kata
mereka, kepangan rambut Clara seperti Si
Gila dari gang sebelah
Clara melamun
kenapa sih ibunya harus meninggal? Sehingga ayahnya pagi tadi yang terpaksa
mengepang rambut Clara asal asalan.
Saat melamun
karena sedih, tiba tiba datanglah seorang ibu yang kemudian berjanji akan mengepang rambut Clara rutin setiap pagi
Tidak hanya
itu, ketika Clara haus usai bermain main
di taman dengan teman -temanya, ada ibu ibu yang berbaik hati memberinya air minum sehingga dirinya tak perlu pulang
ke rumah karena
Ketika Clara jatuh dari sepeda, ada juga ibu yang
menawarkan diri mengobati luka Clara.
Siapa sih ibu – ibu yang tak segan membantu
Clara? Bagaimana kisah
selanjutnya? Teman – teman bisa mengetahui kisah selangkapnya di buku ini ya !
Buku ini berisi
sebelas cerita . Selain cerita bertajuk Kisah Sejuta Bunda, yang menyentuh dan
inspiratif, teman – teman juga membaca yang tak kalah seru seperti
Kotak Ajaib Milik Juro, Sarabba Kakek Agung, Nasi Hukuman dan lainnya
Kelebihan buku
ini, selain ceritanya bagus bagus dan inspiratif , layout dan ilustrasinya
sangat menawan sehingga pembaca anak tidak bosan.
Catatan saya,
meski cerita – cerita di dalam buku ini
diambil dari pemenang lomba kompetisi menulis nasional yang diadakan
sebuah penerbit, saya menemukan satu ada dua cerita di buku ini yang menurut
saya ceritanya bertele – tele, dan ada
cerita yang tokohnya terlalu banyak. Cerita yang bertele – tele membuat pembaca anak bosan, cerita yang terlalu
banyak tokoh membuat pembaca bingung
Terlepas dari
catatan tersebut, buku ini cocok dibaca anak – anak sudah mahir membaca bisa
juga dibaca orang tua, pendidik sebagai bahan
cerita, mendongeng untuk menumbuhkan karakter yang baik bagi anak –anak
kita. Selamat membaca
Peresensi : Sutono, penulis lepas, pembaca
buku di Kabupaten Tegal
Sabtu, 04 Juli 2020
Cara Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an Kepada Anak – Anak
Judul Buku : Komik Aku Cinta Al-Qur’an
Penulis :
Lina Herlina
Ilustrator :
Fajar Istiqlal
Penerbit :
Gema Insana, Depok
Tebal : 72
Halaman
Cetakan :
Januari 2020
ISBN :
978-602-250-685-0
Kenapa kita (umat Islam ) harus mencintai Al- Qur’an? Karena ketika
kita membaca kitab suci umat Islam ini, selain mendapat pahala, di dalamnya
juga berisi petunjuk bagi kita. Untuk mencintainya, harus dimulai sejak usia
dini ( anak –anak ) . Banyak cara, media
untuk mendidik, mengajarkan anak –anak agar bisa mencintai Al-Qur’an. Salah
satunya dengan media bacaan dalam bentuk komik. Kenapa? Karena anak – anak
sebagian besar lebih menyukai gambar daripada teks ( kecuali anak tersebut
sudah di tahap mencintai buku )
Buku bertajuk
Komik Aku Cinta Al-Qur’an berisi 20
cerita berhikmah dalam bentuk komik. Salah satu diantaranya adalah komik
berjudul Asih Mengajar Mengaji. Komik ini, mengisahkan Asih bocah berusia 10 tahun yang dimintai ibunya mengajar mengaji karena
ibunya yang guru mengaji itu, harus menjenguk orang yang sedang sakit.
Masalahnya, selain masih kecil, Asih takut murid – murid ibunya di TPA, ( taman
pendidikan Al-Qur’an ) tidak mau diatur olehnya. Apa yang terjadi kemudian?
Selain komik
Asih Mengajar Mengaji, ada banyak komik – komik yang tak kalah menarik
misalnya, Aku Mau Jadi Keluarga Allah, Boleh Iri Tapi…!, Hati Jadi Tenang,
Makan Gratis, Keberuntungan Ibu, Aissyah Murajaah dan komik – komik yang lain
Kelebihan buku
komik ini, ilustrasinya lucu, indah membuat pembaca anak betah berpindah dari
halaman satu ke halaman akhir buku. Selain ceritanya yang juga sarat hikmah,
buku ini juga dilengkapi kolom Kisah Sahabat, Hadits, boleh tahu. Dengan
membaca buku ini, semoga menyemangati kita untuk belajar membaca, menghapal dan
mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Amin
Peresensi : Sutono, penulis lepas, pembaca buku
Minggu, 22 Maret 2020
Kelas menulis online, cernak
Dalam rangka memperingati ultah FLP ke 23, FLP jateng mengadakan kelas menulis cerita anak secara online. Adapun pematerinya adalah Ikha Solikha, penulis kumpulan cernak Rahasia Rontok Rambut Nenek dan Sutono penulis cerita anak sekaligus pengurus FLP Jateng, Divisi Karya
Kelas menulis online ini terdiri dari 4 sesi. Minggu pertama pengenalan cernak secara umum. Sesi ke dua cernak secara khusus, yang pas untuk dikirim ke media massa. Untuk sesi ke 3 dan 4, adalah bedah karya cerita – cerita yang dikirim para peserta. Walaupun penyelenggaranya FLP jateng, para pesertanya ada yang dari FLP Jambi, FLP Cianjur bahkan beberapa ada yang dari non FLP.
Selama kelas berlangsung, tidak hanya penyampain materi tetapi juga diskusi yang berlangsung meriah. Kelas semakin seru karena ada pengumpulan tugas, membedahnya sebelum akhirnya bisa dikirim ke media massa
Sutono, selaku pemateri mengatakan kalau dirinya sangat senang dengan kelas menulis yang berlangsung selama 4 minggu ini. Why? karena dirinya juga bisa ikut belajar karya karya yang dikirim para peserta. Sementara menurut Agus Windari, salah satu peserta mengatakan sangat senang dan bersyukur karena mendapat bimbingan dari pemateri dalam membuat cerita anak.
Meskipun kelas sudah selesai, harapan pengurus FLP jateng divisi karya yang menyelenggarakan kelas ini adalah para peserta mulai aktif menyerbu media dan mulis cerita anak di sana maupun menulis buku solo ataupun antologi bersama . Semangat
Rabu, 18 Maret 2020
Kelas Menulis Online, Cerita Anak
Dalam rangka memperingati ultah FLP ke 23, FLP jateng mengadakan
kelas menulis cerita anak secara online.
Adapun
pematerinya adalah Ikha Solikha, penulis kumpulan cernak Rahasia Rontok Rambut
Nenek dan Sutono penulis cerita anak sekaligus pengurus FLP Jateng, Divisi
Karya
Kelas menulis
online ini terdiri dari 4 sesi. Minggu pertama pengenalan cernak secara umum.
Sesi ke dua cernak secara khusus, yang pas untuk dikirim ke media massa. Untuk
sesi ke 3 dan 4, adalah bedah karya cerita – cerita yang dikirim para peserta
Walaupun
penyelenggaranya FLP jateng, para pesertanya ada yang dari FLP Jambi, FLP
Cianjur bahkan beberapa ada yang dari non FLP
Selama kelas
berlangsung, tidak hanya penyampain materi tetapi juga diskusi yang berlangsung meriah. Kelas semakin seru karena ada pengumpulan tugas, membedahnya
sebelum akhirnya bisa dikirim ke media massa
Sutono, selaku
pemateri mengatakan kalau dirinya sangat senang dengan kelas menulis yang berlangsung selama 4 minggu ini.
Why? karena dirinya juga bisa ikut
belajar karya karya yang dikirim para peserta.
Sementara menurut Agus Windari,
salah satu peserta mengatakan sangat senang dan bersyukur karena mendapat
bimbingan dari pemateri dalam membuat
cerita anak
Meskipun kelas
sudah selesai, harapan pengurus FLP jateng
divisi karya yang menyelenggarakan kelas ini adalah para peserta mulai aktif menyerbu
media dan mulis cerita anak di sana
maupun menulis buku solo ataupun
antologi bersama . Semangat
Nb. Tulisan ini dimuat juga di web FLP pusat
Sabtu, 15 Februari 2020
milad FLP ke 23 tahun
FLP 23 tahun
Menulis adalah berjuang ( HTR )
2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal nekat. Why? Pertama saya masih buta tentang dunia kepenulisan walaupun sudah gila bacak sejak kecil
Kedua, kala itu jangankan bisa komputer, ngetik di hp pun belum pernah 😢
Maka kalau ada event flp tegal yg harus ngumpulin karya, saya nulis di buku kemudian dibawa ke rental komputer. Selesai? No..biasanya pas saya ambil ketikan, banyak typo, penempatan spasi yang salah kadang juga nama tokoh ditulis huruf kapital semua. Misal, TONO, BILY dll. Walhasil saya bolak balik berkali kali baru tak kirim ke pos. Selesai? Dimuat? Big No kebanyakan tanpa kabar naskah yg saya kirim. Jumlahnya? Mungkin pululahan atau seratus? Mbuh😁
Karena ngetik di rental repot, saya mulai kursus komputer di beberapa tempat. Pagi kerja di toko besi, siang kursus, sorenya ngantar koran sore. Nah nulisnya malam hari padahal badan pegal pegal😁
Fase ini ngirim ngetik sendiri, sesekali ngirim via email. Sukses? Gagal maning son
Eh yang bersejarah 2006, 2007 tulisanku dimuat di Annida dan Tarbawi itu tulisan tangan lho ngirimnya
23 tahun FLP, senang bisa jadi bagian forum ini, karena saya belajar nulis, organisasi dan tentu saja jadi tahu, kenal banyak orang orang hebat di sini. Alhamdulillah
Selasa, 11 Februari 2020
Keajaiban Rahasasia Bang Udin
Oktober 2019, buku saya terbit. Buku bertajuk Rahasia Bang Udin ini berisi 13 cerita anak yang sebagian besar pernah dimuat di media baik lokal maupun nasional. Kumcernak ini terbit di sebuah penerbit indie di Banjar Baru. Meski indie, penampakan buku terbitan Zukzes Ekprez ini tak kalah keren dengan penampakan buku - buku yang edar di toko toko buku. Selain kaver, jilid rapih, layoutnya juga menawan. Hehe
Tapi karena sebagai penulis, saya tak hendak menceritakan kelebihan dan kekurangan buku saya ini, pamali katanya. Yang saya ingin catat di sini, buku ini membawa keajaiban bagi saya pribadi. Why? berkah buku ini, saya ngerasain jadi pemateri di pelatihan menulis online, buku saya diresensi di koran diresensi oleh raja resensi pula. Selain itu, buku ini disukai anak -anak yang kebetulan membaca buku ini. Alhamdulillah ya
Tapi karena sebagai penulis, saya tak hendak menceritakan kelebihan dan kekurangan buku saya ini, pamali katanya. Yang saya ingin catat di sini, buku ini membawa keajaiban bagi saya pribadi. Why? berkah buku ini, saya ngerasain jadi pemateri di pelatihan menulis online, buku saya diresensi di koran diresensi oleh raja resensi pula. Selain itu, buku ini disukai anak -anak yang kebetulan membaca buku ini. Alhamdulillah ya
Selasa, 14 Januari 2020
Berteman dengan teman spesial
Judul : Temanku Istimewa
Penulis : Arinda Shafa dan Wahyu Widyaningrum
Penerbit : Tiga Ananda, Solo
Tahun terbit : April 2019
Tebal : 60 hlm
ISBN : 978-623-206-127-9
“
Yes ! sudah 30 level ! pekik Nela bersemangat. Ia bermain gim sambil merebahkan
kepala di atas bantal. Jari – jari lincah menyentuh layar. Kedua mata fokus
agar mendapatkan skor tertinggi ( hal 2 )
Nela
adalah gadis cilik yang duduk di kelas 3 SD. Kalau sedang main gim dari tablet,
Nela seolah tak ingat waktu hingga matanya terlihat merah
Karena
pritahatin, mama Nela sering membuatkan putrinya jus wortel. Mama Nela juga
selalu menasehati, mengingatkan kalau main gim cuku 15 menit saja agar mata
tidak terkena radiasi tapi Nela tak pernah mengindahkan nasihat mamanya, terus
saja main gim berjam – jam sampai suatu hari kedua matanya pedih dan berair
Di
hari minggu, Nela berkenalan dengan Siska, gadis kecil yang jago bermain biola.
Sayangnya, teman baru Nela ini tidak bisa melihat lagi. Kenapa ya?
Temanku
Istimewa, berisi 8 cerita tentang teman – teman istimewa. Teman yang kurang
beruntung karena berkebutuhan khusus, tetap teman – teman tersebut memiliki
kelebihan luar biasa. Ada Siska yang jago bermain biola, ada Dio yang bisu,
tuli tapi suka sekali membaca, ada Hanif yang meski kakinya lumpuh tapi bisa
membantu orang tuanya menyapu, mengepel bahkan bisa membuat eco brick dan
banyak kisa inspiratif lainnya
Kelebihan
buku ini selain inspiratif, ilustrasi dan layoutnya cukup menawan. Mungkin akan
lebih menarik jika disertai seputar ABK ( anak berkebutuhan khusus ). Terakhir,
buku ini bisa dibaca anak – anak juga guru, orang – tua yang bersentuhan dengan
anak – anak istimewa. Selamat membaca
Peresensi :
Sutono. Penulis lepas, pegiat literasi di Kab Tegal
Sabtu, 16 November 2019
Gara - Gara Rujak
Hai pembaca pojok baca, jumpa lagi ya. Kali ini saya mau posting kisah lucu Jon Koplo yang saya tulis dan dimuat di rubrik Ah Tenane, Solopos. Selamat membaca ya
“ Bu ini rujak buah beli di Pak
Drajat? “ tanya Jon Koplo. Jam dinding di
ruang tengah menunjukan pukul 11 siang
“ Inggih. Tadi Pak Drajat kebetulan lewat
depan rumah “ jawab Lady Cempluk, isteri Jon
“
Tak makan saiki ya Bu? “
“
Sebentar lagi jumatan. Apa makan rujaknya nggak sepulang dari masjid saja?
Bapak kan tahu sendiri, sambal rujaknya Pak Drajat ekstra pedas”
“ Tapi kelihatannya enak dan seger banget. Tak
makan sekarang ya Bu”
“
Nggih Pun “ Akhirnya Lady menyerah
Tak
lama kemudian, rujak buah itu pun tandas dilahap Jon Koplo. Bahkan, Lady
Cempluk yang beli pun tidak disisai
***
Jon
tiba di masjid At’Takwa bersamaan dengan khotbah jumat dimulai. Selesai sholat
sunah, Jon mendengarkan tausiah dengan seksama. Disaat khusuk mendengarkan
khotbah, tiba – tiba perut Jon melilit – lilit. Awalnya, Jon berusaha menahan
sakit perutnya karena tidak ingin melewatkan khotbah jumat yang disampaikan
Ustad Tom Gembus
Tapi
karena perutnya semakin lama semakin sakit, mulas, Jon akhirnya memutuskan
untuk ke toilet masjid. Ternyata, efek sambal rujak yang super pedas itu,
membuat Jon mendekam cukup lama di toilet
Setelah
selesai dari toilet, Jon ke tempat wudhu yang
letaknya tak jauh dari toilet. Selesai bersuci, ketika Jon hendak ke
tempat saf nya semula, ternyata para jamaah sudah berhamburan meninggalkan
masjid. Karena malu, Jon akhirnya memutuskan ke toilet lagi untuk bersembunyi
Jon..jon
yang ketika jamaah lain baru selesai
jumat, kamu baru selesai buang hajat.
NB..gambar Jon Koplo diambil dari internet
Kamis, 07 November 2019
Belajar dari Boy Candra
Apakabar teman - teman setia blog Pojok Baca? semoga selalu dalam lindungan Allah ya. Aamiin. Kali ini saya akan cerita tentang pengalaman ketemu penulis hits Boy Candra. Tahukan? intip yuk..
Tahu nama Boy Candra sudah lama. Tepatnya pas suatu hari ke Gramedia Tegal rak - rak best seller yang biasanya di dominasi Tere Liye, Andrea Hirata, Asma Nadia, Raditya Dika, A Fuadi tiba - tiba tempat itu direbut seorang penulis bernama Boy. Boy Candra
Meski begitu, saya belum tergerak untuk membaca karya - karya penulis kelahiran 11 november 1989 ini. Entah kenapa? saya juga nggak tahu. He..he..
Waktu berselang, saya mengikuti akun Boy di Instagram juga di Twitter. Hal ini yang kemudian membuat saya tahu kalau Boy hendak mengadakan acara meet and greet di Gramedia Tegal, gratis pula..
Beruntung, sabut sore sebelum hari H, saya mendapat salah satu karya Boy yakni Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai. Selain bahan untuk mempelajari isinya, bisa juga bahan buat foto bareng. Haha
Minggu siang, saya sampai di Rita Mall. Di sana, panitia yang didukung penerbit Mediakata sedang melakukan persiapan seperti mendesain tempat, cek sound dan lainnya
Setengah dua siang, saya mulai registrasi sebagai peserta sekaligus buat nomor antri foto bareng penulis 16 buku yang sebagian bestseller tersebut.Saya down dari sekian puluh yang registrasi, peserta yang datang didominasi mahkluk berjilbab. Abg- Abg pula. Untungnya saya berusaha cuek sambil baca buku dan sesekali menengok laman media sosial
Tepat jam 2 siang acara dimulai dengan akustikan oleh solois Rizal Saputra. Ketika Boy muncul dihadapan pembacanya, sebagian besar histeris ( kecuali saya dong ). Tapi histeris elegan. What? iya mereka teriak - teriak haa haaa saja. Coba kalau fansnya Afgan atau Gino Abraham pasti pada meringsek ke depan untuk peluk, cubit atau tindakan berani lainnya
Finaly, Boy ke depan dan saya mendapat banyak pelajaran dari dia. Saya catat sebagian ya, semoga bermanfaat
1. Bagi saya pembaca saya lebih pintar. Jadi, kalau saya salah boleh diluruskan
2. Pembaca buku - buku saya adalah pembaca, teman bukan fans. Fans bagi saya konotasinya negatif
3.. Tulis yang kamu pahami dan ingin kamu dalami
4. Setiap manusia berproses. Dulu, saya menulis aku dengan Q. hehe
5. Boy Candra pernah ditolak 7 penerbit sebelum akhirnya menulis 16 buku yang sebagian besar penjualannya laris
6. Yang susah itu membangun psikologi pembaca
Pembaca pojok baca, segini dulu ya. Doakan agar bisa terus menulis di sini
by Sutono Adiwerna, Penulis lepas, tinggal di Tegal. Foto dari internet
Langganan:
Postingan (Atom)
Serunya beli buku-buku seken
1. Buku yang kita dapatkan original dengan harga terjangkau. 2. Pernah mendapatkan buku yang edisi PO, ada tanda tangan penulisnya. 3. Pern...
-
Tahukan majalah Bobo? majalah anak legendaris yang kini sudah berusia 50 tahun. Dari awal terbit hingga sekarang masih menerima cerita baik ...
-
Apakabar pembaca tercinta? semoga selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin Kali ini ijinkan saya mengucapkan turut berduka cita atas wa...











